Dilarang Berdagang Di Taman Merdeka, PKL Mengadu Ke DPRD

19 September 2017 - 06:39:50 | 2403 | BERITA DAERAH

DL/19092017/Kota Metro

---- Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di Taman Merdeka mengadukan nasibnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota  Metro, pada Senin 18 September 2017.

Hal ini dilakukan karena pihak Pemerintah Kota (Pemkot)  telah mengeluarkan surat edaran yang melarang para PKL dan pengelola wahana permainan untuk tidak lagi berdagang atau menempati Taman Medeka.

Rombongan para pedagang diterima langsung oleh ketua DPRD, Anna Morinda dengan didampingi anggota dewan dari Komisi II yaitu ketua Komisi II Tondi Nasution, anggota Komisi II Ridwan Sorry Maun Ali, D.Santory, Priatmoko, Wiwin Septiani  di Oditorium Room.

Anwar, salah seorang pedagang menyampaikan bahwa mereka berdagang sudah puluhuan tahun, selain itu pedagang juga bagian dari wisata di Taman Merdeka.

Jika pedagang dipindahkan, maka akan mengurangi daya tarik pengunjung. Saat ini, setelah pedagang dan para pengelola permainan dipindahkan kondisi taman menjadi sepi, kondisi ini justru akan memicu terjadinya tidak kejahatan.

“Dua hari ditutup kondisi kota Metro seperti kota mati, kami berdagang hanya untuk mencari sesuap nasi bukan mencari kekayaan,” jelas Anwar.

Lebih lanjut Anwar mengatakan, jika ingin merelokasi para PKL hendaknya Pemkot melakukan kajian mendalam terkait untung dan ruginya, jika para PKL dan pengelola permainan harus mengosongkan lokasi Taman Merdeka. Untuk itu, pihak PKL meminta kepada DPRD untuk menjembatani permasalahan ini.

Menanggapai hal ini, anggota DPRD Ridwan Sorry Maun Ali mengatakan, pada jaman dahulu kondisi Taman Merdeka dipagar karena fasilitas taman sering hilang.  Selanjutnya, pada jaman Walikota dijabat oleh Mozez Herman, kondisi pagar dibuka.

Terkait dengan kondisi PKL saat ini Ridwan menyatakan, pemindahan PKL untuk menjaga kondisi taman tidak rusak serta menjaga kenyamanan para pengunjung taman yang ingin berekreasi.

“Aspirasi ini kami tampung, saran saya kepada Pemkot bisa merelokasi PKL ketempat yang strategis. Saya hanya bisa berharap kondisi taman tetap bersih dan nyaman, jika ada pedagang itupun kondisinya tidak di dalam taman namun di seputaran luar taman,” jelasnya.

Lebih lanjut Ridwan menegaskan, jika ingin berdagang didalam taman menurutnya pasti tidak bisa, sebab biaya perbaikan taman sangatlah mahal.

Hal senada juga disampaikan oleh D. Santory menurutnya, pihak DPRD akan mencari solusi terbaik. Sementara, ketua DPRD Anna Morinda bejanji akan membahas hal ini dijajaran dewan bersama dengan pihak eksekutif, agar semuanya dapat berjalan lancar dan aman.

“Kami akan menyampaikan permasalahan ini kepada Walikota, karena yang mempunyai kewenangan penuh adalah Walikota, kami DPRD tidak mempunyai kewenangan, sesuai dengan tupoksi kami yaitu legislasi, pengawasan dan bugeting,” tegasnya. (Igun)