Alamsyah: Masyarakat Jangan Coba-coba PCC

14 September 2017 - 14:51:35 | 343 | KESEHATAN

DL/14092017/Bandarlampung

---- Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Alamsyah mengingatkan masyarakat Lampung agar tidak mencoba-coba obat illegal yang ditengarai dengan nama PCC atau Paracetamol Cafein Carisoprodol.

“Ini obat illegal yang peruntukkannya sebenarnya bagi Anjing gila, bukan untuk manusia. Ini sangat berbahaya. Efeknya luar biasa dan bisa mengakibatkan kematian bagi manusia. Maka dari itu saya imbau agar masyarakat Lampung waspada ini dan tidak mencobanya.” Kata Alamsyah via selulernya kepada detiklampung.com.

Seperti kejadian di Kendari Sulawesi Tenggara, korbannya sudah 50 orang dengan berbagai efek sampingnya, mulai dari kejang-kejang, mabuk, mengamuk hingga meninggal dunia setelah menelan tablet yang bertuliskan PCC.

Memang PCC bukan termasuk dalam daftar obat yang termasuk dalam keluarga narkotika, tetapi masuk dalam daftar obat G.

Alamsyah mengatakan bahwa apapun alasannya, manusia jangan sampai mengkonsumi obat tersebut. “Ya saya tegaskan bahwa untuk pencegahan akibat obat illegal ini. Jika masyarakat ditawari atau diberikan pil sejenis ini oleh siapapun bahkan dengan gratis, jangan hiraukan. Ini berbahaya,” ujarnya.

Sudah 50 Korban

Seperti dirilis berbagai media cetak dan online sebelumnya, 50 pelajar dan pegawai menjadi korban akibat mengonsumsi obat berbahaya, yakni PCC.

Dari peristiwa ini yang kemudian diselidiki pihak Kepolisian setempat, akhirnya seorang ibu rumah tangga (IRT) dengan inisial ST (39), yang diduga menjadi pengedar, ditangkap polisi sekitar pukul 02.00 Wita, Kamis 14 September 2017 dini hari, di kediamannya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). (don)