X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Dengan Jembatan Ini Anak-anak Jadi Gak Mbolos

  • dibaca 677 kali

    DL/1209217/Lampung Selatan

    ---- Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan masyarakat Lampung.

    Untuk kedua kalianya dalam dua hari belakangan diresmikan Jembatan Gantung sepanjang 45 meter dan lebar 1,20 meter hasil karya Tim Vertical Rescuf Indonesia Lampung bekerjasama dengan Bidang Abdimasgana Kwarda Lampung, Koramil Sidomulyo dan masyarakat Dusun Umbul Kadu dan Umbul Bawang, Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

    Adapun jembatan gantung yang diresmikan pertama kali yakni di Dusun Jelujur, Desa Rulung Mulya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dan kali ini kedua, Minggu 10 September 2017.

    Gubernur Lampung yang diwakili oleh Waka VII Kwarda Lampung Sumarju Saeni mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini dibangun sebagai tindaklanjut dari keluhan masyarakat dan para guru SD Sidomulyo bahwa setiap musim hujan anak-anak tidak dapat sekolah mengingat tidak adanya jembatan dan juga air sungainya sangat deras. “Alhamdulilah hari ini anak-anak tetap bisa sekolah walaupun sungainya banjir,” katanya.

    Kepada masyarakat tolong jembatan ini untuk dipelihara dengan baik. “Saya minta masyarakat dapat merawat sekaligus menjaga jembatan gantung ini secara gotong royong,”ujarnya.

    Sementara Camat Sidomulyo, Afendi atas nama masyarakat khususnya desa Bandar Dalam khususnya dan masyarakat Sidomulyo mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur secara pribadi telah membiayai pembuatan jembatan gantung ini. “Dengan jembatan gantung ini anak-anak sekolah jadi nggal mbolos dan tetap dapat bersekolah sekalipun sungainya banjir,” ucapnya.

    Afendi selanjutnya berharap agar masyarakat yang memiliki pohon bambu sekitar jembatan agar mengikrarkan apabila jembatan memerlukan bambu dapat menebang pohon bambunya yang diperlukan tanpa persetujuan pemiliknya. Hal tersebut disetujui oleh masyarakat yang hadir.

    Ana, salah seorang guru menitipkan ucapan terimakasihnya kepada Gubernur Ridho atas perhatiannya terhadap keluhan masyarakat. “Tolong sampaikan terimakasih saya kepada Pak Ridho Ficardo atas pembangunan jembatan gantung ini. Semoga dengan jembatan ini anak-anak di Desa Bandar Dalam yang sebagian besar dari keluar miskin dapat mengenyam pendidikan kebih tinggi lagi,” harapnya.

    Tim Vertical Rescuf Indonesia Lampung, Nugraha Sedjadi dalam kesempatan ini mengatakan bahwa jembatan gantung ini adalah jembatan penghubung yang akan membangkitkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesai yakni budaya gotong-rotong.

    Karena jembatan ini dibangun hanya selama 4 hari karena keterlibatan semua pihak yang saling bahu-membahu. Jembatan ini juga diharapkan merupakan jembatan yang akan merubah kehidupan dari kemiskinan kepada kehidupan yang lebih sejahtera.

    “Karena jembatan ini dibangun dengan ketulusan hati agar anak-anak dapat mengikuti pendidikan disekolah dengan lebih baik tanpa terganggu oleh cuaca.” Ujarnya

    Nampak hadir ketua Tim Rescuf Lampung Nugraha Sedjadi, Kwarcab Lamsel Sukadi Camat Sudomulyo Afendi, Babinsa Andiman, Kades Bandar Dalam Suyadi, dan Tokoh Masyarakat dan Pramuka. (Ppid-dinsos)

     

  • Berita Terkait

  • APBD 2017 Kota Metro Defisit Rp52,1 Miliar

    Dua Jamaah Kloter Pertama Lampung Masih Dirawat di Mekkah

    Ridho Dinilai Komit Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Lampung

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar