Anak KPM-PKH Lampung Diterima Di Perguruan Tinggi

07 September 2017 - 23:40:39 | 1917 | PENDIDIKAN

DL/07092017/Bandarlampung

----  Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki ibu hamil, nifas, menyusui, dan atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, atau memiliki anak usia SD, SMP dan anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan Pendidikan Dasar.

Selanjutnya pada tahun 2016 Peserta PKH ditambahkan 2 kategori yaitu penerima bantuan untuk Lanjut Usia diatas 70 Tahun ke atas dan Bantuan Penyandangan Disabilitas Berat.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni pada Senin 4 September 2017 di ruang kerjanya.

Tujuan PKH, kata Sumarju, yakni untuk mengurangi angka dan memutus mata rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin.

“Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs).” Katanya.

PKH di Provinsi Lampung  diimplementasikan sejak 2011. Sampai  dengan saat ini telah mencakup pada 15 Kabupaten dan Kota, 227. Sedangkan jumlah KPM di Provinsi Lampung pada tahun 2017 ada 219.302 KPM.

Bagaikan gayung bersambut misi PKH dengan Bidikmisi yakni sama-sama menghidupkan harapan bagi masyarakat tidak mampu namun mempunyai potensi akademik yang baik untuk dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi.

Sehingga menghasilkan sumber daya insani yang mampu berperan dalam memutus mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan berbagai upaya Pendamping PKH untuk meningkatkan prestasi belajar anak-anak KPM-PKH dan Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Korwil PKH berkoordinasi dengan berbagai pihak Perguruan Tinggi agar tamatan SLTA dari anak KPM-PKH berprestasi agar diterima melalui jalur Bidikmisi berdasarkan penilaian secara obyektif.

Berdasarkan laporan dari Korwil PKH Lampung (Irpangi dan Slamet Riyadi) ada 21 anak dapat diterima di Perguruan Tinggi ternama di Indonesia.

Mereka itu diterima di Universitas Lampung sebanyak 7 orang, UIN Radin Inten Lampung sebanyak 3 orang, IAIN Metro sebanyak 3 orang, Poltek Negeri Lampung 2 orang, sedang lainnya masing-masing 1 orang yaitu ITB, ITERA, Universitas Banten, UNJ, UT dan Poltekes Bandar Lampung.

Peserta didik tersebut masing-masing berasal dari Kabupaten Pesisir Barat 6 orang, Lampung Barat dan Lampung Timur masing-masing 3 orang, Lampung Tengah dan Kota Metro masing-masing 2 orang. “Sedangkan Tanggamus, Lampung Selatan, Way Kanan, Mesuji dan Pringsewu masing-masing 1 orang,” Katanya.

Bidik misi sebenarnya bukanlah beasiswa yang identik dengan pemberian penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi.

Bidik misi merupakan bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah bagi mereka yang memiliki potensi tinggi, namun tidak memiliki finansial yang mencukupi untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. “Dengan pendidikan yang memadai diharapkan dapat sebagai pemicu putusnya mata rantai kemiskinan,” harapnya.

“Semoga di tahun mendatang anak-anak peserta Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT-PKH) lebih banyak diterima di Perguruan Tinggi melalui Program Bidikmisi dan juga Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) sehingga Indek Pembangunan Manusia (IPM) Lampung mencapai IPM nasional bahkan dapat melebihinya,” kata Sumarju.

Diinformasikan juga bahwa pada tahun 2016, IPM Lampung telah mencapai 67,65. Angka ini meningkat sebesar 0,70 poin dibandingkan dengan IPM Lampung pada tahun 2015 sebesar 66,95.

Sedangkan IPM secara Nasional mencapai 70,18 dengan peningkatan rata-rata 1,07 persen. 

Kemiskinan juga mengalami penurunan, pada Maret 2017 tercatat, angka kemiskinan mencapai 13,69 persen. Sedangkan RPJMD Lampung angka kemiskinan pada tahun 2019 pada posisi 12,36 persen. (Ppid-Dinsos).