Sumarju: Silaturahmi Dan Pemberdayaan Pasca Konflik

21 Agustus 2017 - 21:59:52 | 278 | BERITA DAERAH

DL/21082017/Bandarlampung

---- Konflik sosial yang terjadi pada tahun 2014 yang lalu antara masyarakat Desa Labuhan Mulia dengan masyarakat desa Labuhan Permai, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, benar-benar menjadi pelajaran untuk memandang bahwa perbedaan, keragaman adalah fakta adanya dan menjadi keniscayaan untuk dihormati dan dihargai oleh semua orang.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung pada saat menutup acara Silaturahmi dan Pemberdayaan Pasca Konflik di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Jumat 18 Agustus 2017.

Selanjutnya dikatakan oleh Sumarju bahwa kesalahpahaman yang berujung mencuatnya konflik sosial tidak akan menghasilkan keuntungan sama sekali, justru sebaliknya akan merugika  kedua belah pihak. “Saya bersyukur karena Saudara bertekat untuk mengakhiri konflik dengan hidup berdampingan secara damai, membangun persaudaraan sejati dan berkomitmen bersama memelihara kerukunan secara berkelanjutan.” katanya.

Harmonisasi sosial akan tercapai ketika kita berkomitmen merumuskan sistem kearifan lokal yang terintegrasi dengan pendekatan one stop services system dalam penanganan konflik sosial di tingkat desa/kelurahan. Di Provinsi Lampung dikenal dengan istilah Rembuk Pekon.

Kalian adalah pelopor perdamaian di desa masing-masing dan memiliki peran sebagai penangkal munculnya konflik sosial baru.

“Kadis Sosial Kabupaten Mesuji diharapkan dapat segera melaporkan hasil pertemuan ini khususnya rencana tindak sehingga mendapatkan dukungan secara optimal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji,” harapnya.

Sementara itu diinformasikan oleh panitia penyelenggara dari Kementerian Sosial RI, Imas Cahyadi Fajar mengatakan bahwa tindak lanjut acara ini nantinya Kementerian Sosial RI akan memberikan bantuan harmonisasi senilai Rp150 juta yang akan dimanfaatkan untuk membangun taman dan tugu perdamaian yang akan dimanfaatkan bersama.

Bantuan ini hanyalah merupakan stimulant, namun diharapkan dapat mendongkrak partisipasi seluruh warga masyarakat dan memiliki daya ungkit untuk memelihara perdamaian secara bersama. Kementerian Sosial sangat menaruh harapan agar bantuan ini benar-benar dikelola sesuai dengan proposal yang diajukan dan dipertanggung jawabkan dalam bentuk laporan secara teknis dan administratif selambat lambatnya 14 hari setelah bantuan direalisasikan.

“Saya berharap peran komite yang telah dibentuk pada pertemuan ini dapat mengambil peran lebih proaktif sebagai motor penggerak kerja bersama,” harapnya.

Acara ini diikuti oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mesuji, Jaya para Banbinkamtibmas dan 70 orang masyarakat dua desa di Kecamatan Way Serdang yang pembukaannya oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat 15 Agustus 2017.

Hadir juga Direktur Penanganan Korban Bencana Sosial Kemensos RI. Harapan L Gaol. Para narasumber dan segenap panitia penyelenggara. (Ppid Dinsos)