Kok Sering Ya, Malaysia Melukai Hati Rakyat Indonesia

21 Agustus 2017 - 11:08:22 | 756 | HUMANIORA

DL/21082107/Bandarlampung

----- INI merupakan sebuah kenyataan yang gambling dan terus menerus dirasakan. Jadi tak perlu diragukan bahwa peristiwa-peristiwa selama ini yang terjadi bukanlah suatu yang tidak sengaja.

Dari bebagai kesempatan, beberapa kali ulah pihak-pihak tertentu di Malaysia sering melukai hati rakyat dan bangsa Indonesia. Bahkan sejak presiden masih Bung Karno.

Tetapi begitu sabar dan baiknya hati rakyat Indonesia, sehingga selalu memaafkan setiap kekeliruan yang dilakukan Malaysia selama ini.

Bahkan diberbagai bidang, sering terjadi penyinggungan seperti itu atas Indonesia. Dan yang terbaru, dari arena SEA Games 2017, yang dengan sengaja atau tidak, telah dicetak dalam buku souvenir eksekutif dengan bendera Indonesia yang terbalik.

Buku ini tentu bukan dipersiapkan beberapa hari, dan bukan dicetak oleh orang yang tidak berpengalaman, dan tentu sudah melalui suntingan, evaluasi dan koreksi yang berlapis-lapis. Jadi apakah ini bisa diterima dengan alas an ketidak sengajaan, ini masih dipertanyakan.

Lalu bagaimana awal ditemukannya Merah-Putih yang TERbalik itu. Bersama ini dikutip langsung dari laman kemenpora.go.id.

Berikut Kronologis Peristiwa Terbaliknya Bendera Indonesia Dalam Buku Spesial Souvenir SEA Games XXIX/2017

1. Saya mengikuti prosesi upacara pembukaan SEA Games 2017, dan duduk di barisan tamu dan undangan, menerima spesial souvenir yang didalamnya terdapat buku spesial souvenir, dan beberapa merchandise dari panitia pelaksana.

2. Di tengah-tengah berlangsungnya kemeriahan acara pembukaan SEA Games 2017, ada kejadian yang membuat terkejut saat menemukan Majalah Panduan yang mencantumkan Bendera Indonesia dalam keadaan terbalik yang memuat informasi negara-negara yang pernah menjadi tuan rumah SEA Games.

3. Saya menyesali peristiwa yang terjadi di tengah-tengah peristiwa yang sangat bersejarah di kawasan Asia Tenggara ini. Pesta olahraga bangsa-bangsa yang mengusung semangat persaudaraan dan persahabatan.

4. Saya tidak mengetahui apakah ini faktor kesengajaan atau tidak, namun saya yakin tamu-tamu dan undangan negara lain juga telah melihatnya. Saya belum mendengar informasi apakah buku ini akan dicabut atau direvisi dan sebagainya. Namun bagi saya persoalan pencantuman terbaliknya bendera ini menyangkut harkat dan martabat bangsa.

5. Bendera Merah Putih sangat mudah warnanya dibandingkan dengan bendera negara lain yang lebih rumit. Sementara negara lain yang benderanya lebih rumit tidak terbalik dalam penempatannya. (dok/kemenpora/don)