X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Bangun Jiwa: Maiyah Dusun Ambengan

  • dibaca 2796 kali

    LAMPUNG TIMUR ---- SEJAK kalender mulai menandakan masuknya bulan Agustus, hiruk pikuk suasana perdesaan menunjukkan gegap gempita dan kemeriahannya. 

    Bahkan, semakin masuk ke pertengahan bulan, tanda-tanda bakal penuh hiburan di desa-desa juga semakin terlihat. Di depan rumah sudah berkibar bendera merah putih, jalanan penuh umbul-umbul. Semarak. Berhari-hari, penggiat Maiyah Dusun Ambengan juga aktif menggelar rapat-rapat permusyawaratan untuk ikut terlibat menyambut dan menciptakan kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-72 Republik Indonesia. 

    Bukan itu saja, berbagai aktivitas menyambut HUT ke-72 RI menjadi istimewa sebab sekaligus peringatan milad Maiyah Dusun Ambengan yang sudah masuk tahun ke-2. 

    Tahun ke-2 memberikan pelayanan bagi masyarakat desa. Bagi Maiyah Ambengan bukan saja menawarkan tempat menuntut ilmu, akan tetapi juga menjadi ajang gembira bersama dengan lebih mengedepankan nilai, karakter dan kekuatan jiwa. Ambengan adalah komunitas untuk riyadhah sekaligus olah badan dan kemanusiaan kita untuk benar-benar menjadi manusia. Utuh, serta untuk terus berusaha menjadi sebaik-baik makhluk yang sudah diciptakan Allah.

    Bangun jiwa, dipilih menjadi tema kajian Maiyah Dusun Ambengan pada Sabtu, 19 Agustus malam nanti merupakan puncak seluruh rangkaian kegiatan, pesta dan upacara segala perlombaan yang sudah selesai.

    Komunitas Maiyah Dusun Ambengan, membuat rangkaian kegiatan antara lain, turnamen Sepakbola usia 12 Tahun dimulai sejak 4 sampai 6 Agustus 2017, festival sepakbola usia 13 Tahun yang dimulai pada 11-13 Agustus, donor darah gratis pada Kamis, 10 Agustus 2017. Kemudian Khitanan Massal pada Jumat, 18 Agustus 2017 yang melibatkan anak-anak sekitar sebagai peserta.

    Dari festival sepakbola anak dan donor darah yang digawangi Monitor Artis (Komunitas Pendonor Darah Gratis) itu semua diberikan sebagai khidmat dan pelayanan jamaah bagi masyarakat desa. Bangun jiwa kemudian menjadi spirit ketika anak-anak muda di desa berlatih lagu-lagu perjuangan, membentuk kelompok koor untuk menyanyikan Indonesia Raya.

    Anak-anak muda yang mulai lupa lagu-lagu perjuangan yang wajib dihafal ketika sekolah dasar, kebanyakan sudah lupa syair dan liriknya. 

    Tempo nada dan ketukannya, membuat setiap malam berlatih intensif. Kemudan secara sadar membentuk group aubade.

    Bahkan, sebuah keistimewaan, aubade dari anak-anak desa itu, mendapat undangan khusus dari Kantor Kecamatan Metro Kibang agar ikut memeriahkan upacara pengibaran dan penurunan bendera pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus.

    Bangun jiwa adalah sebuah semangat untuk menegaskan sikap, apa yang bisa kita berikan bagi Indonesia. Bagi daerah dan apa khidmat pelayanan yang bisa mengantarkan kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Bukan apa yang bisa kita ambil. 

    Mari melingkar, diskusi dan gembira bersama di Rumah Hati Lampung, Sabtu, 19 Agustus 2017 jam 19.00 WIB bersama aubade, group musik Jamus Kalimasada, atraksi dan pentas seni budaya khas masyarakat desa.

    Perhelatannya akan dilakukan pada Sabtu 19 Agustus 2017 di Pusat Ambengan – Metro Kibang , mulai pukul 19.30 WIB. (sul)

  • Berita Terkait

  • Sambut HUT RI, 1800 Bikers Honda Ikuti Convoy Merdeka

    Ridho Serahkan 103 Remisi Bebas

    Ridho: Ini Yang Terbaik Selama Saya Jadi Gubernur

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar