Pendidikan Indonesia Harus Mengarah Pada Penguatan Ekonomi Kreatif

15 Agustus 2017 - 19:38:35 | 459 | PARLEMENTARIA

DL/15082017/JAKARTA

---- Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) menilai salah satu tantangan dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah globalisasi ekonomi.

Hal ini ia sampaikan ketika berbicara pada seminar arah pengembangan kebijakan perguruan tinggi pasca era MEA di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin,  14 Agustus 2017.

“Tantangan dunia pendidikan dewasa ini berupa persaingan global, dimana globalisasi ini merupakan keniscayaan yang tidak bisa di hindari oleh tiap individu, institusi, bahkan negara.” Katanya.

Bahkan anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu mengatakan muara dari globalisasi adalah penguasaan sumber daya dan aktivitas ekonomi untuk mencapai kemakmuran.

“Negara maju membangun pendidikan dengan riset yang kuat, mutu yang baik, budaya kreatif yang unggul, dimana orientasinya ingin menguatkan penguasaan ekonomi bagi kemakmuran mereka.: ujar SAH.

Di Eropa, Cina, Jepang maupun Amerika sistem pendidikan mereka telah mengarah pada penguatan ekonomi kreatif masyarakat mereka, mengapa ekonomi kreatif sebagai arah pendidikan mereka, karena kreativitas ekonomi itu butuh ilmu pengetahuan dan keahlian, di sini benang merahnya, ungkap tokoh yang lama menggeluti profesi usahawan ini.

“Kenyataan ini memberi kita pelajaran penting bahwa mereka telah lama mengarahkan sistem pendidikan mereka pada kreativitas yang menghasilkan daya saing dan keuntungan ekonomi.” Ungkapnya.

Tinggal mau atau tidak mengkolaborasi dunia pendidikan Indonesia untuk penguatan ekonomi kreatif, karena walau bagaimanapun ekonomi kreatif  kita memiliki potensi besar, namun juga memiliki kelemahan besar seperti kurang berbasis pada teknologi.

“Di sinilah peran dunia pendidikan sebagai penyedia teknologi terapan tepat guna bagi ekonomi kreatif di tanah air,”ungkap SAH di hadapan rektor PTN dan PTS se Indonesia. (RYAN)