X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Sonny W.M: Saya Hampir Tak Percaya Ini Lampung

  • dibaca 1160 kali

    DL/07082017/Bandarlampung

    --- Kesejahteraan merupakan dambaan bagi setiap orang baik secara jasmaniah maupun rohaniah. Namun, kenyataannya tidak setiap orang mampu memperolehnya. Kelompok-kelompok demikian disebut sebagai kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). 

    Itu sebagian hal yang disampaikan Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kemensos RI Dr. Sonny W. Manalu, MM, didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni dan memberikan arahan dan motivasi kepada eks Tuna Sosial dan Korban Trafficking, Sabtu 5 Agustus 2017 di LKS Amanah Bandar Lampung.

    Salah satu bentuk permasalahan kesejahteraan sosial yaitu  eks Tuna Sosial. Kelompok tuna sosial  yakni tuna susila, gelandangan/pengemis, eks Napi, dan korban trafficking permasalahan tersebut apabila tidak ditangani secara tepat, terarah dan berkesinambungan dapat menimbulkan dampak yang meresahkan masyarakat.

    Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial, Iryanti dalam laporannya mengatakan bahwa Dinas Sosial Provinsi Lampung pada tahun 2017 ini menyelenggarakan Bimbingan Sosial dan Ketrampilan bagi eks Tuna Susila selama 7 hari yakni 1 - 9 Agustus dengan sasaran 15 orang.

    Bimbingan sosial dan kesehatan dilaksanakan selama 2 hari, sedangkan bimbingan ketrampilan yakni olahan pangan selama 7 hari. Akhir bimbingan masing masing peserta diberikan  bantuan modal usaha.

    Pola penanganan melalui sistem luar panti yakni bekerjasama dengan Lembaga Kesejahtetaan Sosial (LKS) Amanah. “Dengan sistem luar panti memperoleh keuntungan ganda, yaitu bersifat rehabilitatif, resosialisasi dan rekreatif.” Katanya.

    Dr. Sonny W. Manalu, MM, dalam arahannya mengharapkan kepada peserta agar tetap bersemangat untuk mengikuti ketrampilan ini. “Jadikanlah keterampilan olahan pangan yang dibimbing oleh chif Muno dan chif Mofi Sumarno sebagai modal untuk berusaha.” Harap Sonny.

    Sonny menegaskan bahwa suatu daerah semakin berkembang maka bisnis kuliner juga semakin berkembang. “Provinsi Lampung kita ketahui bersama dibawah kepemimpinan Gubernur Ridho Ficardo menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Saya tadi turun dari pesawat di bandar udara hampir tidak percaya kalau saya mendarat di Lampung. Bandar udaranya sudah bagus.” Katanya.

    Artinya, lanjut Sonny, dengan bandar udara yang memadai, maka kunjungan ke Lampung akan semakin ramai. Apalagi jalan tol Trans Sumatera tahun depan juga sudah bisa dioperasionalkan. 

    Oleh karena itu harapan saya kepada peserta dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. “Percayalah hari esuk akan lebih baik dari hari kemarin, apabila kita dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya,” kata Sonny. (Ppid-Dinsos)

  • Berita Terkait

  • Pemkab Tuba Galakkan Senam Forkopimda Plus

    Kabupaten Lampung Utara Raih Adipura

    DPRD Dan Pemkot Metro Bahas 3 Raperda Inisiatif

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar