Tapak Kera, Destinasi Wisata Tersembunyi

02 Agustus 2017 - 09:14:40 | 4789 | PARIWISATA

DL/02082017/Kalianda

---- Sudah pernahkah Anda dengar nama Pantai Tapak Kera? Adanya di kawasan garis pantai Lampung Selatan. Tepatnya ada di Desa Kenjuru, Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, provinsi Lampung.

Geliat dunia pariwisata di lampung 10 tahun belakangan ini terus menunjukkan trend positif, dengan ditemukannya beberapa destinasi wisata alam pantai maupun destinasi buatan yang merekayasa keindahan alam.

Pantai Tapak Kera merupakan salah satu yang mulai menjadi bahan perbincangan di berbagai media sosial. Lantaran keindahan lokasi dan pemandangannya yang kemudian diupload beberapa orang pelancong yang sempat ke lokasi ini.

Meski tidak se viral Pulau Pahawang atau Puncak Mas, namun Pantai Tapak Kera mulai banyak dikunjungi perorangan yang penasaran ingin tahu pemandangan indah di pantai yang belum dikelola itu.

Masyarakat sekitar memberikan akses jalan lewat tanah di perkebunan desa itu, agar para pemburu pemandangan bisa masuk kawasan pantai, meski harus berjalan kaki sepanjang 500-an meter.

Zainal (40), seorang warga setempat yang ditemui detiklampung.com menceritakan ihwal pantai ini. “Ini kan memang belum diapa-apain. Dulunya, di kawasan pantai ini banyak Kera. Kalau air laut lagi surut, Kera-kera itu turut ke tebing dan pantai untuk mencari makan. Dari itulah warga sini menamakan di sini pantai Tapak Kera,” katanya.

Sampai saat inpun Kera masih banyak di kawasan ini dan sering memakan tanaman warga yang berada di tebing-tebing dan sekitar pantai. “Masih banyak keranya, bahkan kalau pohon Pisang kita itu tidak ditunggui, maka pisangnya bisa dihabisin binatang itu,” tambah Zainal.

Kera-kera itu, kata Zainal, selain bermain bersama gerombolannya, juga sering mencari makanan seperti rumput laut, dan lain-lain. Secara alami pemandangan di sini sangat indah, ada unsur tebing dan pantainya yang indah.

Akses jalan menuju ke lokasi ini akhirnya disiapkan oleh warga seadanya saja. Warga menyiapkan lahan parkir baik untuk mobil maupun motor di suatu tempat yang sudah dikelola seadanya juga dengan membayar Rp10 ribu.

Setelah itu para pelancong harus berjalan kaki ke lokasi pantai. Medannya yang naik turun, menambah kenikmatan berwisata alam, dengan jarak tempuk setengah kilometer melalui jalan setapak di tengah perkebunan warga.

Zainal mengatakan selama ini situasi di sana dibilang sangat aman. “Yang penting pengunjung tidak merusak tanaman warga sepanjang jalan ke pantai. Kita sama-sama menjaga alam,” katanya.

Salah seorang pelancong asal Bandarlampung, Pradika mengatakan bahwa lokasi ini sebenarnya sangat indah. Namun karena belum dikelola secara komersial dan professional maka masih tampak seperti alam bebas saja.

“Keren sich tempatnya. Masih sangat alami. Sayangnya kita harus membawa bekal sendiri mulai dari air minum dan makanan. Karena di sini belum ada yang jualan. Termasuk untuk sarana sanitasi. Tapi kereeenn,” ujar anak muda itu.

Setidaknya Pradika mengatakan puas juga menempuh perjalanan jauh dari Bandarlampung untuk mengobati rasa penasaran tentang Pantai Tapak Kera di Kalianda. (Sapto)