X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Pengangkatan Anak Hanya Dilakukan Demi Kepentingan Anak

  • dibaca 541 kali

    DL/13072017/Bandarlampung

    ---- Salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan sosial anak adalah dengan meyelenggarakan usaha penyantunan, perawatan, perlindungan, pengentasan anak terlantar dan pengangkatan anak.

    Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni pada Sidang Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (PIPA) Provinsi Lampung Kamis, 13 Juli 2017 di Hotel Batiqa Bandar Lampung.

    Selanjutnya dikatakan oleh Sumarju bahwa pengangkatan anak dimaksudkan sebagai mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaaan keluarga orang tua/wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikandan membesarkan anak tersebut kedalam lingkungan kekuasaan keluarga orang tua angkat berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan. 

    Ada dua kategori penggangkatan anak, yang  pertama pengangkatan anak antar warga negara Indonesia dan pengangkatan anak antar warga negara Indonesia dengan warga negara asing 

    Ada 4 Prinsip dasar pengangkatan anak yaitu :

    1. Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak dan dilakukan berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    2. Pengangkatan anak yang dilakukan tidak memutuskan hubungan darah antar anak yang diangkat dengan orang tua kandung.

    3. Calon orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat, apabila calon orang Tua anak berbeda agama antar suami dan istri maka calon orang tua tersebut tidak dapat melakukan pengangkatan anak. 

    4. Pengangkatan anak oleh warga negara asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir (ultimatum  Remidium).

    Kasus pembunuhan Angeline, bocah berusia delapan tahun di Bali, beberapa tahun yang lalu, menunjukkan bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara benar tata cara mengadopsi seorang anak.

    Perlu diketahui, proses adopsi anak yang sah membutuhkan waktu yang cukup panjang, terlebih bila status pengadopsi merupakan pasangan warga negara asing (WNA) atau salah satunya WNA seperti yang terjadi pada Angeline.

    Dalam Peraturan pemerintah RI Nomor :54/2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan  Anak mengatur tentang jenis-jenis pengangkatan anak, syarat-syarat pengangkatan anak, tata cara pengangkatan anak, bimbingan dalam pelaksanaan pengangkatan anak, pengawasan pelaksanaan pengangkatan anak dan pelaporan dalam pedoman pelaksanaan pengangkatan anak yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial RI pada Bulan Oktober 2005, dijelaskan bahwa Tim PIPA dibentuk untuk memberikan pertimbangan atas perizinan  permohonan pengangkatan anak yang diajukan.

    “Tugas tim PIPA adalah melakukan penelaahan dan penelitian terhadap permohonan izin yang diajukan sehingga keputusan yang diambil memiliki dasar yang kuat sebelum diajukan ke pengadilan negeri.” katanya.

    Sementara itu Kepala Seksi  Anak dan Lanjut Usia Shinta Arista menginformasikan bahwa rapat Tim PIPA Lampung akan membahas permohonan 2 Irwansyah dan Ratna Kartika dari Kota Bandar Lampung dan Agus Kesuma Agung dan Amilda Apriyani dari Kota Bumi, Lampung Utara. (Ppid-Dinsos).

  • Berita Terkait

  • KONI Tetapkan 22 Cabor di Porprov

    Lampung Siap Kirim Atlet O2SN

    Polres Metro Gelar Upacara HUT Bhayangkara Ke 71

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar