Mobil Keliling, Woror-woro Wayangan Arinal di Metro

07 Juli 2017 - 14:16:16 | 941 | SENI & BUDAYA

DL/07072017/Bandarlampung

----- Mengingatkan gaya tradisional dalam melakukan propaganda sebuah acara lewat pengeras suara yang dipasang di atas mobil bak yang berkeliling kampung, kini juga dilakukan oleh tim dari Jaringan Arinal Berkarya (Jaya) untuk membumikan acara wayangan spektakuler di Kota Metro.

Mobil Pick-up (bak terbuka) yang dibalut spanduk Arinal Tulus Melayani Rakyat itu, berkeliling wilayah Kota Metro selama dua hari belakangan ini, untuk memberitahukan acara wayang kulit semalam suntuk, dengan dalang ki Enthus Susmono di lapangan Mulyo Jati 16C Kota Metro, mala mini Jumat 7 Juli 2017.

Wayangan ini dalam rangka sosialisasi dan silaturahmi bakal calon Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi kepada masyarakat setempat.

Himawan Imron Jaya, ketua even organizer Jaya menegaskan bahwa Kota Metro memang dijadwalkan untuk hiburan kolosal ini. “Di Kota Metro kan mayoritas dari pulau Jawa. Pasti wayangan ini memberikan nilai lebih dalam menghibur masyarakat, meskipun saat ini wayangan sudah mulai menjadi milik bangsa. Karena semua kalangan bisa menyaksikan dengan asyik.” Katanya.

Dipilihnya dalang jenius Enthus Susmono, mempunyai banyak alasan. “Indonesia punya puluhan dalang hebat yang mampu menyedot animo penonton saat mereka mendalang. Tapi kami mengambil salah satunya, yakni ki Enthus Susmono, yang mulai akrab dengan orang-orang di Lampung. Beliau mengerti benar apa selera penontonnya di sini.  Terbukti di beberapa titik pementasan selalu punya rekor penonton luar biasa, yang bertahan hingga pagi hari,” tutur Imron.

Enthus juga bisa menyesuaikan dalam segi bahasa. Jika penontonnya heterogen, maka ki Enthus lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia agar dimengerti banyak pihak. “Ini kelebihannya. Jadi kami dalam menyampaikan pesan di pementasan ini, diharapkan mengena,” tambah Imron.

Selain di lapangan Mulyo Jati Kota Metro, keesokan harinya rombongan ki dalang akan bergeser ke kabupaten Tulangbawang Barat, di lapangan Daya Murni kecamatan Tumijajar, untuk menggelar pertunjukan dengan lakon berbeda. (Don)