Pemprov Lampung Usulkan Jalan Dua Jalur Lamteng - Lampura

29 Juni 2017 - 17:22:11 | 1576 | BERITA DAERAH

DL/29062017/KOTABUMI

---- Kemacetan yang menahun di ruas jalan yang menghubungkan antara kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Utara, terutama di antara wilayah Bandarjaya dan sekitarnya, telah mendapat perhatian luas masyarakat. Kini direspon positif oleh Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo – dan tandemnya Bachtiar Basri.

Untuk itu langkah awal, Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan ke pemerintah pusat agar membangun jalan nasional Jalan Lintas Tengah Lampung Tengah hingga Lampung Utara dibangun dua jalur. Penambahan jalur itu untuk mempercepat akses kedua kabupaten yang terus berkembang.

“Meskipun tidak dilalui Jalan Tol Trans Sumatera, tetap akan dibangun dua jalur dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Utara,” kata Gubernur Lampung, pada acara halal bihalal di Islamic Center, Kotabumi, Selasa 27 Juni 2017. 

Ridho dan Bachtiar Basri yang berasal dari Lampung Utara, sama-sama pulang kampung ke Kotabumi, Lampung Utara.

Kekompakan keduanya tampak ketika menyapa ribuan warga dan handai taulan. Pada kesempatan itu, Ridho menyampaikan warga Lampung Utara tidak usah berkecil hati tidak dilalui Jalan Tol Trans Sumatera.

Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan dua jalur jalan nasional mulai Terbanggi Besar sampai Kotabumi Lampung Utara.

Selain itu, Waduk Way Rarem juga akan diperbaiki sebagai upaya menjaga ketersedian air untuk pertanian karena Lampung Utara juga daerah penyangga Lampung sebagai lumbung pangan nasional. 

Duet Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri, terus berupaya untuk kemajuan Provinsi Lampung. “Mohon terus didukung didoakan agar kami sukses membawa Lampung Maju dan Sejahtera,” kata Ridho. 

Gubernur juga memanfaatkan silaturahmi dengan warga Lampung dari rantau untuk menyampaikan sejumlah hasil pembangunan semasa kepemimpinannya.

Salah satunya, kerjsa sama dengan pemerintah pusat yang mengubah total Bandara Radin Inten II, sehingga menjadi bandara tersibuk ketiga di Sumatera setelah Bandara Kuala Namu, Medan dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. “Tugas kami berikutnya, menjadikan Bandara Radin Inten II berstatus internasional dan embarkasi haji penuh,” kata Gubernur.

Gubernur juga menyinggung pembangunan Dermaga Eksekutif hasil kajian Pemprov Lampung yang tengah dibangun di Pelabuhan Bakauheni dan Merak. Peletakan batu kedua dermaga itu dilakukan pada 1 Juni 2017.

Selain, progres Jalan Tol Trans Sumatera yang siap pakai menjelang Asian Games, Juli 2018, Gubernur Ridho juga menyampaikan kemajuan di bidang pertanian dan infrastruktur, yang menempatkan daya saing Lampung naik dari posisi ke-25 di awal pemerintahannya, kini menjadi 14 nasional. (maspro)