Kok Bangga Ngaku Keluarga Petinggi Polda, Merusakkan Fasum

26 Juni 2017 - 23:38:05 | 1188 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/26062017/BANDARLAMPUNG

---- Karena merasa keluarga polisi, seorang pengemudi boleh mabuk mengendara dan menabrak tiang Telkom, hingga fasilitas telekomunikasi di sekitarnya rusak dan kabel melintang menghalangi rumah warga sampai Senin sore, 26 Juni 2017.

Peristiwanya terjadi pada Minggu malam pukul 21.00 wib. Pengenda Avanza berwarna putih, BE 1843 CH, menabrak sebuah tiang Telkom di Jalan Perwira, Rajabasa, Bandarlampung.

Warga sekitar mengatakan dua orang keluar dari dalam mobil dalam keadaan bau minuman keras. Salah seorang di antaranya, muntah. “Mereka kemudian kabur dan meninggalkan mobil,” kata Sutrisno,  Ketua RT setempat.

Tidak lama kemudian, sebuah mobil datang dan seorang perempuan bernama Fauziah mengaku memiliki mobil tersebut. Warga meminta wanita itu bertanggung jawab atas rusaknya fasilitas, namun ia bilang hal itu merupakan tanggung jawab Telkom, karena merasa sudah menelepon 147.

Fauziah berulang-ulang menegaskan dia keluarga seorang direktur di Polda Lampung dan menyatakan anaknya tidak bersalah menabrak tiang Telkom, karena merupakan fasilitas umum, bukan fasilitas warga.

Karena sudah jelang dinihari, Ketua RT setempat, Sutrisno, akhirnya membiarkan Avanza Nopol BE 1843 CH itu diderek. Setelah hendak dibawa, sebuah mobil patroli dari Polsek Kedaton berhenti di lokasi, Senin Dinihari, sekitar pukul 01.00 wib. Salah seorang di antara petugas mengatakan mobil itu milik keluarga seorang direktur di Polda.

Adapun fasilitas telekomunikasi yang rusak dibiarkan saja hingga Senin Sore. Selain tidak bisa mengakses internet dan Indihome, kabel melintang di depan rumah warga, sehingga tidak bisa memasukkan kendaraan.

Warga sekitar berusaha mengontak 147 untuk kedua kalinya pada Senin. Petugas di sana melarang warga memperbaiki kabel melintang tersebut dengan alasan “harus ahlinya yang datang.”

Beberapa warga merasa heran dengan situasi ini, benarkah keluarga pejabat Polisi bebas merusak fasilitas umum. Warga pun menunggu bagaimana penyelesaian kasus ini oleh Kepolisian Lampung. "Kok gak kasihan dengan nama keluarga yang pejabat Polisi. Malah bangga, sebagai keluarga penegak hukum, merusak fasilitas umum," kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

Awal Ramadhan yang lalu, warga sekitar juga putus koneksi internet dan telepon karena kabel menuju kawasan itu kena “garuk” di Depan Mall Robinson, Jalan ZA Pagaralam.

“Perbaikannya hampir dua pekan dan setelah itu koneksi internet menjadi lebih lambat dari biasanya,” kata Jumari, warga setempat. (lis)