Komisi II DPRD Metro Pertanyakan Parkir Liar

21 Juni 2017 - 12:17:32 | 2052 | PARLEMENTARIA

DL/21062017/Kota Metro

--- Banyaknya tempat parkir dikota Metro menjadi sorotan Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kota itu. Pasalnya dibeberapa tempat lokasi parkir menggunakan badan jalan sehingga sangat mengganggu pengguna jalan raya seperti di Jalan Ade Irma depan KFC Chandra, jalan Protokol Jenderal Sudirman serta jalan perbatasan antara pasar Shoping dan Metro Mega Mall.

 melalui wakil ketua komisi II DPRD Metro, Ridhuan Sorry Maun Ali mempertanyakan hasil dari parkir yang terdapat di pinggir jalan. Pasalnya kondisi tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum petugas guna mengeruk kuntungan pribadi, akibatnya kondisi tersebut terkesan dibiarkan oleh pihak berwenang baik Dishub maupun Kepolisian, padahal hal tersebut jelas-jelas melanggar peraturan atau perundang-undangan karena sudah melanggar ketertiban umum.

Alasan perutlah yang dijadikan alasan oknum petugas tidak mengambil tindakan tegas melarang parkir liar tersebut karena oknum pegawai sipil Negara (ASN) memanfaatkan moment tersebut untuk mengeruk rupiah buat kantong pribadi.

Hal itu disampaikan wakil ketua komisi II DPRD Kota Metro  Ridhuwan Sorry Maun Ali saat dijumpai awak media di ruang kerjanya.

“Semakin sempitnya lahan untuk memarkirkan kendaraan seolah menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi tersebut.maraknya parkir di pinggir jalan sudah menjadi pemandangan yang lazim terjadi di Kota Metro,” jelasnya.

Tidak hanya itu meski parkir dipinggir jalan telah marak namun hal itu bukanlah hambatan yang utama  khususnya bagi para pengunjung pasar di pusat Kota Metro Maraknya parkir hingga masuk ke celah jalan setapak di pasar Kota Metro menjadi sebuah pertanyaan besar bagi DPRD  Kota ini.

Hal tersebut menjadi pertanyaan Ridhuwan Sorry Maun Ali dan anggota dewan yang lainnya mempertanyakan dengan tegas  peranan dinas terkait dalam mengelola pasar dan menata parkir,

menurutnya semakin susahnya parkir dilokasi tersebut hingga merambah kejalan sudah menjadi tradisi padahal diberdirikannya bangunan darurat di batas pasar tersebut merupakan lahan yang diperuntukan bagi para pedagang.

“Yang menjadi pertanyaan kami, siapa yang mengeluarkan izin atas lahan tersebut dialihfungsikan menjadi tempat parkir,” tandasnya. (Igun)