Zainal Abidin Bangkitkan Kembali Lampura

07 Juni 2017 - 12:31:44 | 2916 | BERITA DAERAH

DL/07062017/Kotabumi

----- Perhelatan Pesta Demokrasi Lampung Utara kembali akan digelar, dan kini atmosfir politik di daerah ini mulai menghangat.

Beberapa tokoh masyarakat mulai bermunculan akan meramaikan pesta demokrasi dalam perebutan kursi singgasana Bupati di salah satu kabupaten tertua di Provinsi Lampung ini.

Dari beberapa kandidat bakal calon Bupati, ada sosok mantan Bupati Lampung Utara periode 2009-2014, Zainal Abidin.  Dengan mengusung jargon Lampura Bangkit, Zainal kembali mencalonkan dirinya untuk maju pada Pemilukada mendatang.

“Saya kembali mencalonkan diri ini karena banyak sekali permintaan dan dorongan dari masyarakat Lampung Utara. Sebenarnya sudah saya katakan jika Bupatinya bagus kenapa harus diganti, biarkan yang muda-muda saja sebab tidak mudah untuk jadi Bupati apa yang telah dijanjikan harus dilaksanakan jika tidak nanti malah banyak makan sumpah,” ujar Zainal saat mengembalikan berkas pencalonan di DPC PDI Perjuangan Lampung Utara, Senin 5 Juni 2017.

Mantan Bupati Lampung Utara ini juga menyatakan selain desakan dari berbagai lapisan, dirinya juga merindukan kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat  ditanah kelahirannya dalam membangun daerah.

Menurut Zainal, seorang pemimpin itu memang harus dekat dengan masyarakat bukan hanya mengumbar janji-janji manis saja. Masyarakat Lampung utara memiliki filosofi kental yng selalu mewarnai kehidupanya yang dikenal dengan Piil Pesenggiri, Nengah nyappur, Bejuluk  Beadek, Sakkai Sembayan dan Nemui Nyimah.

“Karakter masyarakat Lampung Utara memang agak keras namun semua tergantung cara, jika kita ajak lembut maka mereka juga akan sebaliknya. Ingat Lampung Utara ini bukan kerajaan apapun yang dibangun semua milik rakyat, masyarakat ingin pemimpin yang merakyat bukan hanya omongan belaka. Bagaimana mau dekat jika rakyat mau bertemu saja susah,” ungkap Zainal.

Ia menyatakan kerinduannya terhadap kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat di Lampung Utara.

Terkait pembangunan yang telah dilaksanakan di Lampung Utara selama ini, Zainal menjelaskan, dengan memiliki anggaran yang cukup besar seharusnya pembangunan di Lampung Utara saat ini lebih baik dan merata.

Selain itu pembangunan yang telah dilakukan oleh para Bupati terdahulu hendaknya dirawat dan dihargai jangan malah dihina dan tidak dianggep.

“Waktu jaman saya dengan anggaran hanya 80 Miliar sudah bisa membangun Islamic Center, Jalur Dua, Tugu Payan Emas dan sebagainya. Seharusnya saat ini dengan anggaran yang lebih dari 350 Miliar pemerintah dapat melakukan pembangunan yang  lebih baik lagi. Namun saya melihat kepemimpinan saat ini tidak pernah menghargai apa yang telah diperbuat para pemimpin terdahulu, selalu membanggakan apa yang telah dilakukannya saja,“ Ungkap Zainal.

Terkait sosok calon Wakil Bupati yang akan mendampinginya pada Pemilukada mendatang,  Politisi Partai PDI Perjuangan ini menyatakan, untuk sementara dirinya akan melihat mekanisme yang ada teerlebih dahulu.

Yang pasti jika dirinya diberikan amanah kembali untuk memimpin tanah kelahirannya ini, maka sang putra daerah ini akan membangun Lampung Utara dengan semangat kebersamaan demi tercapainya kesejahteraan yang nyata bagi seluruh masyarakat di bumi Ragem Tunas Lampung.

”Jika saya diberikan amanah untuk  melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda di bumi Lampura ini, maka saya tidak akan berjanji muluk-muluk. Masyarakat sudah tau apa yang telah saya capai saat memimpin kabupaten ini. Yang pasti dengan semangat kebersamaan saya tetap akan melakukan yang terbaik untuk kabupaten yang kita cintai ini, demi terwujudkan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh masyarakat yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Zainal berpesan, siapapun nantinya yang terpilih menjadi Bupati diharapkan selain mensejahterakan masyarakat, juga dapat menghargai apa yang telah diperbuat pemimpin terdahulu.

“Jika apa yang telah diperbuat Bupati terdahulu saja tidak dihargai, bagaimana mau menghargai masyarakat. Saya bicara ini sesuai kenyataan bukan karena politik atau faktor sakit hati. Saya miris sekali melihat kondisi Lampung Utara, selalu diwarnai dengan unjuk rasa yang datang dari warga pribumi menuntut keadilan. Semua itu pasti ada sebabnya. Menjadi seorang pemimpin itu memang tidak gampang, tidak cukup dengan modal pidato janji-janji manis dan membanggakan apa yang telah dihasilkan. Saya yakin masyarakat Lampung Utara ini tidak mudah untuk di bodoh-bodohi,” Ungkapnya. (Zan)