Tambah 10 Keramba Di Minapolitan

02 Juni 2017 - 07:49:45 | 5094 | EKONOMI

DL/02062017/Bandarlampung

---- Usai melaunching Kawasan Minapolitan oleh Gubernur Lampung di Lampung Timur beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Lampung kembali mengejar penataan lahan kawasan tersebut. Hal ini dalam upaya mempercepat terwujudnya Lampung sebagai sentra produksi ikan air tawar di kawasan Indonesia Bagian Barat.

Dalam Rapat Rencana Penataan Lahan Minapolitan Pasir Sakti Lampung Timur di Ruang Rapat Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan,  Rabu 31 Mei 2017.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Adeham menjelaskan Gubernur menargetkan Lampung menjadi Sentra Perikanan Air Tawar dan sejauh ini Kawasan Minapolitan sudah dilaksanakan di 5 Kabupaten yakni Pesawaran, Tulang Bawang, Lampung Timur, Pesisir Barat dan Bandar Lampung. Untuk itu, perlu segera dilakukannya penataan lahan kawasan tersebut.

Adeham menjelaskan dalam penataan Lahan Minapolitan pasir sakti Lampung Timur seluas kurang lebih 150 Ha, pihaknya bekerjasama dengan PT. Wahana Rahajra akan membangun  jalan akses selebar 4-6 meter, 5 ha untuk Hutan bambu dan 20 ha untuk pusat industri perikanan serta pemanfaatan untuk kawasan Agrowisata.

“Pemerintah Provinsi Lampung dengan pihak terkait harus bekerjasama dan bersinergi sehingga apa yang diupayakan dapat terlaksana dengan baik.” jelasnya. 

Direktur Utama PT. Wahana Rahardja, Idrus Efendi menjelaskan saat ini di kawasan Pasir Sakti sudah terdapat penanaman 10 Unit Keramba Ikan. “Setelah lebaran, kami akan menambah 20 Unit Keramba ikan dan akan melakukan pendalaman 10-15 Meter.”ujarnya. 

Lebih dari itu,  Idrus menjelaskan saat ini Lampung memiliki potensi besar sebagai sentra ikan air tawar karena memiliki 3 sungai besar serta memiliki banyak embung. Sehingga Lampung akan berpotensi besar dalam sentra air tawar.

“Lahan minapolitan pasir sakti merupakan lahan milih Pemerintah Provinsi Lampung, yang sebelumnya pernah tereksploitasi,  sehingga diperlukan revitalisasi. Kita pelu mendorong kawasan minapolitan tersebut menjadi lebih tertib. Sehingga Lampung mampu menjadi sentra ikan air tawar,” Jelasnya 

Sementara Ketua APCI Lampung, Aribun Sayunis menilai saat ini jati luhur dan cirata sedang mengalami penurunan produksi ikan,  yang merupakan salah satu pemasok di jabodetabek.

“Ini merupakan kesempatan bagi Provinsi Lampung untuk mengambil alih dalam sentra ikan air tawar tersebut. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung dan pihak terkait harus bersinergi untuk menyukseskannya.” Jelasnya. (maspro)