Para Senator Kunjungi Korban Bom Kampung Melayu

27 Mei 2017 - 17:28:58 | 339 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/26052017/JAKARTA

---- Indonesia kembali berduka, akibat terjadinya bom bunuh diri yang di terminal Bus Kampung Melayu,  Jakarta Timur dan banyak merenggut jiwa manusia yang tidak berdosa pada Rabu, 24 Mei 2017 malam.

Aparat kepolisian memastikan ada dua kali bom bunuh diri dalam peristiwa ledakan di Kampung Melayu, pada malam itu. Kejadian itu telah menewaskan 3 orang Anggota POLRI yang sedang melakukan pengamanan pawai obor.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk potongan tubuh yang diduga pelaku, panci, paku, hingga gotri. Sementara pelaku masih diselidiki aparat kepolisian.

Dari ledakan tersebut, polisi mencatat ada 3 anggota Kepolisian yang gugur dalam tugas. Dan, 6 anggota kepolisian yang mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit.

Sementara, dari warga sipil, ada 5 korban yang terluka, terdiri dari pengemudi Bus Kopaja, Mahasiswi dan karyawan BUMN.
Kejadian tersebut mengundang rasa empati dan prihatin dari berbagai kalangan, dan Presiden RI,  Joko Widodo,  Wakil Presiden RI,  Jusuf Kalla meninjau langsung TKP dan menemui para korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pimpinan dan para Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI juga melihat langsung TKP menemui sejumlah korban di rumah sakit yakni,  Wakil Ketua DPD RI, Senator Nono Sampono, Anggota DPD RI Perwakilan Prov. DKI Jakarta, Senator Prof. Dailami Firdaus, Senator A. M. Fatwa dan Senator Azis Khafia.

Sementara,  Senator Prof. Dailami Firdaus menyatakan bahwa merasa prihatin dan mengutuk keras terjadinya peristiwa tersebut.
“Saya pribadi turut berduka cita yang mendalam kepada korban bom Kampung Melayu dan mengutuk keras aksi teror tersebut. Saya berharap aparat terkait dapat segera mengusut motif teror tersebut juga menangkap pelaku dan aktor utamanya,” ujar Senator Prof. Dailami Firdaus kepada detiklampung. com,  Jumat,  26 Mei 2017.

Senator Firdaus juga mendoakan agar korban yang mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit agar lekas pulih dan dapat berkumpul kembali bersama kekuarga.

Dan, sangat prihatin karena kejadian bom ini bersamaan dengan saat bergembiranya Umat Islam menyambut Ramadhan dan bertepatan dengan malam perayaan bagi umat Kristiani. “Jelas pelaku ingin menebar teror untuk merusak momentum keagamaan dan menusuk sisi sentimentil keagamaan,” tegas Senator Dailami.

Namun, Senator Firdaus yakin bahwa masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya tidak akan terpancing dan tersulut dengan teror ini. Justru teror ini semakin menguatkan rasa persatuan dan kesatuan untuk menjaga NKRI.

Korban yang saat ini dirawat di RS Budhi Asih yaitu Susi A Fitriani dan Taspik Saputro, sudah berangsur membaik saya mengajak seluruh masyarakat Jakarta dan semua elemen terkait untuk mendoakan para korban, baik yang meninggal maupun yang masih dalam perawatan.

“Saya menekankan agar pihak aparat terkait dapat bersinergi dengan masyarakat untuk dapat mengantisipasi hal-hal yang negatif yang terjadi di masyarakat,” harap Senator Firdaus.

Masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan tidak segan untuk melaporkan setiap hal-hal yang dinilai mencurigakan di wilayahnya kepada pihak berwajib.

“Intinya dengan kejadian ini kita semua harus meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa ini tidak terulang kembali,” imbuh Senator Firdaus. (RYAN)