X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Warga Tulangbawang Tumpah Ruah Nonton Wayang Enthus

  • dibaca 4602 kali

    DL/20052017/Tulangbawang

    ---- Wayangan Jumat malam 19 Mei 2017 yang berlangsung di Lapangan Ethanol, Desa Tunggalwarga, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang, berlangsung spektakuler. Ribuan warga sekitar Tulangbawang tumpah ruah dalam acara budaya Indonesia yang menampilkan dalang fenomenal Ki Enthus Susmono yang tak lain adalah Bupati Tegal.

    Iven organizer yang mengglar kesenian rakyat ini, Jaringan Arinal Djunaidi Berkarya (JAYA), memilih lokasi yang tepat untuk melakukan hiburan massa dengan menyiapkan hadiah berupa 3 unit hand tracktor dan 10 ekor kambing.

    Menurut Himawan Imron, ketua panitia, bahwa rangkaian wayangan ini merupakan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya di Lampung Timur dan Lampung Tengah.

    “Ya memang kami merencakan beberapa titik wayangan,setelah di Tuba ini, sabtu malam kami akan menggelar di Tanjungbintang, Lampung Selatan.” katanya.

    Sebelum pertunjukan, Arinal Djunaidi menyerahkan tokoh wayang Bima kepada ki Enthus Susmono, penyerahan wayang simbolis ini menandai dimulainya acara.

    Dalam sambutannya, bakal calon Gubernur Lampung, Arinal, mengajak masayarakat bersama-sama membangun Lampung yang lebih maju dan sejahtera. “Lima tahun kedepan, masyarakat Lampung harus lebih maju dan sejahtera,” kata Ketua DPD Partai Golkar  Lampung itu.

    Niat yang baik harus dilakukan dengan cara yang tepat dan baik pula. Setidaknya itulah sekelumit nasehat yang tersirat dari cerita pagelaran wayang yang mengetengahkan lakon Bima Bungkus.

    Lakon Bima Bungkus menceritakan kisah kelahiran Bima salah satu anggota keluarga Pandawa.

    Dikisahkan, saat dilahirkan oleh Dewi Kunti, tubuh Bima berada dalam bungkus.

    Tidak ada satu senjata pun yang mampu membuka bungkusan yang menyelubungi tubuh Bima. Karena itu, bungkusan tersebut dibuang ke Krendawahana.

    Destarata yang mengetahui kejadian itu, menyuruh para Kurawa untuk membunuh Bima, dengan cara berpura-pura membantu membuka bungkus, namun tidak berhasil.

    Batara Guru yang mengetahui sosok Bima akan muncul sebagai kesatria utama pembela keadilan dan kebenaran, kemudian menyuruh putranya Gajahsena memecah bungkus itu.

    Setelah bungkus itu pecah, karena terkejut keduanya lalu berkelahi. Singkat cerita, Gajahsena terbunuh oleh Bima.

    “Mudah-mudahan Pak Arinal bisa belajar dari lakon Bima Bungkus ini. Niat yang baik itu harus dilakukan dengan cara yang tepat dan baik pula. Kalau salah langkah justru bisa jadi bencana,” kata salah seorang penonton dan pemenang hadiah hand tractor, warga Desa Tunggalwarga yang menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut. (lis)

  • Berita Terkait

  • Kejurda Kempo Pemanasan Porprov

    Bak Jaman Penjajahan, Lima Oknum Polisi Aniaya Warga

    Heri: Mimpi Panjang Punya Bandara Internasional

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar