X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Bak Jaman Penjajahan, Lima Oknum Polisi Aniaya Warga

  • dibaca 3762 kali

    DL/19052017/Lampung Timur

    ---- Ini sudah jaman modern, dengan hukum yang bukan lagi menganut system kolonial, dimana seluruh masyarakat di negeri ini mempunyai hak hokum yang sama dengan asas praduga tak bersalah.

    Yang terjadi ini justru mengingatkan kita pada jaman penjajahan lagi. Sungguh tragis nasib Cahyono (22) dan ayah kandungnya Suratman (46) harus menerima siksaan dicambuk menggunakan ikat pinggang serta ditendang oleh lima oknum anggota Polsek Metro Kibang yang berinisial, ANT, SNI,RK dan dua anggota tidak diketahui namannya oleh korban lantaran dituduh melakukan pencabulan terhadap seorang anak dibawah umur yang bernama MRS (6).

    Polisi yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung bagi masyarakat justru melakukan tindakan keji terhadap masyarakat yang belum tentu melakukan kesalahan.

    Namun untuk mendapatkan apa yang diinginkan, justru oknum Polisi melakukan tindakan yang tidak terpuji dan tidak manusiawi.

    Tidak hanya itu, oknum Polisi yang berinisial ANT juga meminta sejumlah uang kepada keluarga Cahyono dan Suratman untuk tidak melanjutkan kasus tersebut keranah hukum. Uang yang diminta ANT mencapai Rp18 juta lebih.

    Kepada detiklampung.com saat menyambangi kediamannya di Dusun VIII Desa Margototo Kecamatan Metro KIbang Lampung Timur, pada Rabu 17 Mei 2017, Cahyono dan ayahnya menuturkan, dirinya ditangkap oleh anggota Polsek Metro Kibang pada saat sedang bekerja di ladang.

    Tiba-tiba dua anggota Polsek Metro Kibang menangkapnya dengan tuduhan telah melakukan pencabulan terhadap seorang anak perempuan yang masih dibawah umur.

    “ Saya dan ayah ditangkap pada Rabu 2 Pebruari 2017 sekira jam 3 sore. Saat itu Polisi tidak mengatakan apapun cuma bilang kalau saya diminta ikut ke Polsek untuk dimintai keterangan. Karena saya merasa tidak bersalah dan sebagai warga yang patuh hukum saya ikuti kemauan mereka,” jelas Cahyono.

    Setibanya di Polsek, lanjut Cahyono, dirinya diminta oleh anggota yang bernama ANT untuk mengakui telah melakukan pencabulan terhadap anak perempuan dibawah umur berinsial MRS. Merasa tidak pernah melakukan perbuatan itu, Cahyono bersama ayah kandungnya membantah tuduhan Polisi. Saat itulah Cahyono dan ayahnya  menerima siksaan dengan cara dicabuk menggunakan ikat pinggang serta menerima pukulan tangan kosong dan tendangan dari oknum Polisi. Akibat siksaan tersebut Cahyono dan Suratman menderita luka-luka di sekujur tubuhnya.

    “ Saat diintrogasi oleh ANT saya minta untuk disumpah, tapi pihak Polisi menolak katanya musrik. Saya diminta mengikuti apa yang menjadi kemauan Polisi katanya mau dibantu meringankan kasus saya. Karena saya benar-benar tidak melakukan perbuatan itu saya tetap tidak mengakui disitulah saya disiksa oleh ANT, SNI dan RK dan dua temannya yang saya tidak ketahui namanya,” kata Cahyono.

    Dikatakan Cahyono, lantaran sudah tidak kuat menahan siksaan ahirnya Ia menuruti apa yang menjadi kemanuan oknum Polisi tersebut. Akhirnya Cahyono dan ayahnya mengikuti arahan Polisi pada saat di BAP.

    Sementara, Suratman menuturkan, peristiwa yang menimpa dirinya dan anak kandungnya berawal pada 15 Januari 2016 lalu, dimana MRS dititipkan oleh kerabatnya yang bernama Jas kepada keluarganya untuk diasuh dengan upah mengasuh Rp500 ribu perbulan.

    “ Selama ikut saya mas, MRS ini minta sekolah, dan saya masukkan di sekolah dasar (SD). Ya saya sekolahkan, jadi upah Rp500 ribu itu ya habis bahkan kurang buat biaya sekolah si MRS, terutama buat uang jajan Dia,” tutur Suratman.

    Selanjutnya, pada tiga bulan kemudian tepatnya pada 15 April 2016  MRS diambil oleh Jas dibawa pulang ke kota Metro untuk diasuh sendiri. Waktu terus berlalu tanpa ada masalah, tiba-tiba pada 20 Pebruari 2017 perkara itu muncul , Suratman dan Cahyono ditangkap Polisi lantaran dituduh melakukan pencabulan terhadap MRS.

    “ Yang saya herankan mas, setelah sekian bulan bahkan hampir satu tahun MRS pergi dari rumah saya kok saya dan anak saya dituduh melakukan pencabulan ini kan lucu dan tidak masuk akal,” ungkapnya.

    Suratman menambahkan, kasus yang dituduhkan kepada dirinya dan anaknya penuh dengan rekayasa oleh oknum Polisi yang berinisial ANT. Dan yang anehnya lagi, informasi yang Suratman peroleh dari anggota Polisi yang lain, bahwa hasil Visum dari Rumah Sakit Umum A.Yani Metro, Dr. Anto dan dari Rumah Sakit Mardiwaluyo Metro menyatakan hasil visumnya negatif alias tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual pada MRS. Namun yang membuat Suratman merasa heran hasil visum dari RS. Abdoelmoeloek menyatakan positif.

    Saat itu, Suratman dan Cahyono sempat ditahan satu malam oleh pihak Polsek Metro Kibang. Pada saat dalam tahan itulah oknum ANT meminta sejumlah uang kepada keluarga Suratman untuk biaya perdamaian dan cabut perkara.

    Diakui Suratman ANT meminta bantuan oknum mantan kepala Desa Margototo sebagai perantara untuk bernegosiasi dengan keluarganya, saat itu oknum ANT mengatakan bahwa saat itu kasus harus segera diselesaikan karena akan ada kunjungan pejabat Polda Lampung ke Polsek Metro Kibang jika Suratman dan Cahyono tidak segera dikeluarkan, maka akan ketahuan pejabat Polda sehingga kasusnya tidak dapat diselesaikan.

    “Ini bener-benar aneh mas, masak tiga menyatakan negatif kok yang satu menyatakan positif ini kan tidak masuk akal. Dan setelah kasus ini mencuat, oknum ANT mengembalikan uang sejumlah Rp18 juta itu, uang tersebut tidak diantar langsung oleh ANT namun dititipkan sesorang untuk mengembalikannya pada keluarga saya.” Tandasnya.

    Kasus aneh ini harus segera dituntaskan, agar jaman tidak lagi berubah hukum. (Red)

  • Berita Terkait

  • Heri: Mimpi Panjang Punya Bandara Internasional

    Ditjen IKM menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan BLANJA.com

    Agung Resmikan Rumah Sakit Maria Regina

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar