X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

DPRD Klaten Salut Pengelolaan BLUD Kota Metro

  • dibaca 1373 kali

    DL/1705/2017/Kota Metro

    ---- Tertarik dengan kondisi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Metro, Komisi II DPRD Kabupaten Klaten Jawa Tengah berkunjung ke DPRD Metro untuk belajar mengetahui kesuksesan Kota Metro dalam mengelola pendapatan yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

    Ketua Komisi II DPRD Klaten Mulyatminah mengatakan, pihaknya merasa tertarik melakukan kunker ke DPRD Kota Metro, ingin belajar bagaimana keberhasilan kota ini dalam pengelolaan sumber PAD.

    “Kedatangan kami ke sini yang pertama adalah ingin belajar bagaimana Kota Metro dapat menghasilkan sumber PAD yang berasal dari BLUD, karena daerah kami sampai saat ini belum bisa menghasilkan sumber PAD dari BLUD,” kata Mulyatminah, Selasa 16 Mei 2017.

    Diketahui selama ini sebagian besar PAD Kota Metro ditopang dari BLUD lantaran Kota Metro tidak memiliki kekayaan alam atau potensi dari hasil bumi yang bisa mendokrak PAD. Untuk itu Pemerintah Kota Metro dalam hal ini selalu bekerja sama dengan DPRD setempat dalam mempertahankan potensi-potensi sumber PAD yang berasal dari BLUD seperti Rumah Sakit Umum Ahmad Yani.

    Sementara, menurut ketua Komisi II DPRD Kota Metro  Tondy Nasution, menyebutkan 98 persen pendapatan kota Metro memang ditopang dari Rumah Sakit Ahmad Yani sedangkan pajak dan retribusi hanya menyumbang beberapa persennya saja.

    “Di Kota Metro tidak mempunyai sumber daya alam yang bisa menghasilkan sumber pendapatan, untuk itu kami DPRD selalu berupaya untuk terus merumuskan bagaiman PAD ini bisa terus meningkat tanpa harus menyusahkan masyarakat, salah satunya pengoptimalan BLUD sebagai lumbung PAD Kota Metro,” jelas Tondy.

    Hal senada juga diungkapkan oleh ketua Komisi III DPRD Metro, Hendry, menurutnya, untuk dapat mengatur itu semua pertama-tama rencana bisnis anggaran BLUD harus masuk dalam struktur APBD sehingga anggaran belanja dan Silpa dapat diketahui.

    “Saat ini PAD kota Metro berkisar Rp 1,79 miliar dan seratus miliarnya berasal dari Rumah Sakit Umum Ahmad Yani,” ungkap Hendry.

    Anggota DPRD Kabupaten Klaten merasa takjub dengan kondisi pengelolaan sumber PAD yang bermuara dari BLUD ini. Seperti yang diutarakan oleh Gigit, politisi PDI-P DPRD Klaten.

    “Saya merasa salut dengan Kota Metro dengan cara mengelola BLUD menjadi sumber PAD, tentunya pelajaran ini akan kami bawa ke kota kami untuk acuan dalam penyusunan program pendapatan di Klaten bersama pihak eksekutif,” kata Gigit. (Igun)

  • Berita Terkait

  • JD.ID gelar kompetisi Mudik Bersama JD.ID

    Hajar PS Tanggamus 8-0, Mesuji FC Jaga Asa Lolos Fase Grup

    CBR250RR dan Pebalap AHRT Siap Berlaga di IRS 2017

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar