X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Pekalongan Heboh, Nonton Dalang Entus

  • dibaca 1194 kali

    DL/12052017/Lampung Timur

    ---- Lapangan Merdeka Pekalongan Lampung Timur, malam ini, Jumat 12 Mei 2017, penuh sesak dengan kehadiran masyarakat seantero Lampung yang menyaksikan penampilan dalang yang juga bupati Tegal, Ki Enthus Susmono.

    Lapangan yang dipenuhi dengan tarub dan kursi untuk masyarakat sudah tidak ad alai tempat duduk, karena ribuan penonton sejak sore sudah memadati tempat pertunjukan.

    Enthus kembali berkesenian di Lampung atas inisiatif Jaringan Arinal Berkarya (JAYA) yang diketuai Himawan Imron. “Kami mengundang pak Enthus untuk pentas dua malam berturut-turut di Pekalongan Lampung Timur dan di lapangan desa Sukosari Lampung Tengah.” Kata Imron.

    Arinal Djunaidi, ketua partai Golkar Lampung menyerahkan wayang Kresna kepada dalang Ki Enthus Susmono didampingi ketua Persatuan Pedalangan Indonesia provinsi  Lampung Sugeng P Haryanto.

    Seperti dijadwalkan sebelumnya, Jumat mala mini Enthus akan membabar lakon Kresno Duto, sebuah lakon penuh makna dalam hal kekuasaan Negara. Di sini Kresna menjadi utusan Pandawa untuk menanyakan perihal janji yang pernah diberikan raja Astinapura untuk memberikan sebagian wilayahnya kepada Pandawa.

    Dalam lakon ini akan menggambarkan betapa angkara murka dari pihak-pihak Kurawa sangat kental untuk mengangkangi hak-hak saudaranya yakni kaum Pandawa.

    Arinal Djunaidi menegaskan bahwa pentas kesenian rakyat ini menjadi momentum untuk meningkatkan kebersamaan dalam membanguna daerah. Kesenian Indonesia asli ini harus dilestarikan. “Ini kesenian yang sangat berpengaruh kepada masyarakat, karena di sini ada nasihat dan petuah, contoh-cotnoh perbuatan baik dan buruk, angkara murka dan kejujuran,” katanya.

    Arinal juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, saling menghargai dan membuat lingkungannya terus tetap kondusif dan aman. Jika lingkungan dan masyarakatnya aman, maka untuk kehidupan bidang lain juga akan berjalan lancar. (sapto)

  • Berita Terkait

  • Genjot Wisatawan, Lampung Fokus Benahi TNWK dan Tahura

    Sebentar Lagi Lampung Embarkasi Haji Penuh

    Selamat Ulang Tahun Delilah

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar