X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Elie Aiboy Dapat Suntikan Moral

  • dibaca 313 kali

    DL/11052017/Bandarlampung

    ---- Jelang laga melawan Laplata Yonif 143 TWEJ, Rabu (10/5) sore, Pelatih Kepala SS Lampung FC, Elie Aiboy, mendapat suntikan moral berharga. Putra sulungnya yang juga seorang pesepakbola, Gabriel Lidel Aiboy (15) datang ke Bandarlampung khusus untuk memberi dukungan terhadap tim yang diasuh ayahnya tersebut.

    “Saya terbang dari Padang Sumatera Barat untuk menonton pertandingan SS Lampung FC,” ujar belia jangkung menjulang hingga 176 cm tersebut. Gabriel dan Rui Aiboy sejak kecil memang kerap diajak Elie untuk menonton pertandingan sepakbola bahkan hingga ke Malaysia saat legenda timnas Indonesia itu menjadi pemain bintang di Selangor FA.

    “Gabriel alhamdulillah senang bermain bola. Saat ini dia bermain untuk Padang Junior dan sedang ikut seleksi di PPLP Ragunan. Saya berharap Gabriel serius menekuni sepakbola,” harap Elie. Menurut pelatih berusia 38 tahun itu, Gabriel sendiri yang meminta kepada mamanya untuk mendaftar ke Ragunan, lembaga pendidikan dimana Elie bersekolah usai pulang dari program Baretti di Italia saat dia berusia 15 tahun.

    Seperti dirilis LE Sport, saat ditemui usai turun dari pesawat, Gabriel sontak menyampaikan harapannya supaya tim yang diasuh ayahnya bisa berprestasi dan menembus ketatnya persaingan Liga Indonesia hingga ke jenjang Liga 2 musim depan. “Saya mengikuti perkembangan klub lewat media sosial. Saya berharap SS Lampung FC bisa lolos sampai ke Liga 2,” ujar Gabriel.

    Elie dikenal memang memiliki romantisme khusus dengan sepakbola Italia mengingat dia pernah merumput di level Baretti Lega Calcio musim kompetisi 1995. “Kalau sedang ada pertandingan sepakbola di Italia, semua perhatian tumpah kepada atmosfer dan euforial sepakbola,” ujar Elie menceritakan pengalamannya saat berlatih di negeri Pizza.

    Dua nama anaknya Gabriel dan Rui juga mengingatkan kepada pemain legendaris Fiorentina yang memang sangat terkenal saat itu, Gabriel Omar Batistuta asal Argentina dan Rui Costa asal Portugal. “Pertama kali saya main di Italia, kita langsung merasa kalau level permainan anak-anak Indonesia masih perlu berlatih soal teknik dasar dan skema permainan. Saya saja pegang bola langsung saya buang karena pressure lawan sedemikian ketat. Mereka juga umur 15 tahun tetapi permainannya sangat matang,” ungkap Elie.

    Terkait Gabriel dan Rui, Elie tidak memaksakan mereka untuk bermain bola. “Tetapi kalau mereka mau bermain bola, mereka harus serius! Jangan hanya sekedar main-main tetapi sepakbola itu tidak bisa mencapai prestasi kalau tidak serius dan berdedikasi,” ujar Elie. (lis)

  • Berita Terkait

  • Agung: Komunitas Motor Bisa Perkenalkan Potensi Daerah

    Bupati Entus Is Back

    Siapa Mau Mudik Bareng Honda, Daftar

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar