Bandar Sabu Berkedok Counter dan Toko Manisan

08 Mei 2017 - 23:15:52 | 2802 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/08052017/Kotabumi

---- Ada saja polah tingkah para Bandar narkotika untuk menjalankan pekerjaannya. Ini dilakukan oleh Ipoy ditengarai sebagai bandar shabu-shabu yang selama ini berkedok penjual toko manisan, setelah perannya berhasil terungkap oleh jajaran Satresnakoba Polres Lampung Utara, Jumat 5 Mei 2017.

Dedi Andono alias Ipoy (40) warga desa Candimas ini hanya dapat tertunduk lesu setelah perannya sebagai pengedar Sabu-Sabu terungkap oleh anggota Satresnakoba Polres Lampung Utara.

Pelaku yang sudah menjadi target operasi ini diamankan aparat di sebuah toko tempatnya usaha sehari-hari di Lintas Tengah Sumatera, Desa Candimas, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara.

“Penangkapan ini berdasarkan pengembangan dari salah satu pelaku yang telah kita amankan sebelumnya, karena kedapatan memiliki Sabu-Sabu yang dibeli dari tersangka Ipoy.” ujar Kasatreskoba Lampung Utara Iptu. Andri Gustami, SIK.

Setelah melakukan penggeledahan di toko tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa, 4 kantong shabu dengan berat sekitar 40 gram, 25 paket kecil shabu dengan berat sekitar 6,1 gram, 3 bundel palstik klip, Uang tunai sebesar Rp5, 4 juta, 2 linting ganja, 4 bungkus papir, 1 buah timbangan digital dan 10 lembar bukti slip transaksi.

Selanjutnya di tempat berbeda, Polisi berhasil meringkus tersangka lainnya Nopri (22) yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu di wilayah Tanah Miring, Kelurahan Kota Alam, Kotabumi Selatan. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti sebanyak  4  paket kecil shabu siap edar.

Menurut Andri, berdasarkan hasil penyelidikan dan pengamatan jajarannya pada Jumat malam dalam waktu satu jam pihaknya berhasil meringkus tiga tersangka penyalahgunaan narkotika. Sementara dua diantaranya sebagai Bandar shabu-shabu.

“Mereka memang sudah menjadi target operasi kita, tersangka Ipoy menjadi pengedar narkotika dengan berkedok usaha Konter dan toko harian diwilayah desa candimas, sementara sebelumnya kita meringkus tersangka Ade yang mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Ipoy. Kemudian kita kembangkan dan melakukan penggerbekan dan penggeledahan di Toko tersangka Ipoy kita dapatkan semua barang bukti tersebut,” ungkap Andri.

Saat ini ketiga tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Lampung Utara guna penyidikan lebih lanjut. (Zani)