X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Wayan Eka: Peradah Tidak Berpolitik Praktis

  • dibaca 2755 kali

    DL/29042017/Lampung Tengah

    ----- Hiruk pikuk politik menjelang pemilihan Gubernur Lampung tahun depan, membuat banyak pihak saling menilai dan kegiatan dukung mendukung menjadi kondisi yang Nampak mulai bermusim.

    Ini juga terjadi pada masyarakat etnis tertentu yang kadang menyangkutkan primordialisme dalam dukung mendukung beberapa calon yang sedang mengemuka.

    Terkait dengan hal ini, seorang tokoh Bali, I Wayan Eka Sadia Budiarsa, ketua DPP Perandah provinsi Lampung juga termasuk salah satu yang mendapat penilaian dari berbagai pihak telah mendukung calon tertentu dengan organisasinya itu.

    Wayan Eka menyanggah bahwa dirinya mencampurbaurkan organisasi Perandah dengan persoalan politik praktis. “Tidak benar. Saya tidak pernah membawa Perandah ke ranah politik praktis, karena ini akan sangat rawan untuk memecah belah persatuan kami. Maka saya perjelas, bahwa soal hubungan saya dengan Bupati Lampung Tengah, DR Ir H Mustafa MH adalah hubungan secara pribadi tanpa organisasi,” tegasnya kepada detiklampung.com belum lama ini.

    Perandah, kata Wayan Eka, adalah sebuah persatuan yang tidak boleh dipecah belah hanya dengan urusan dukung mendukung dalam politik praktis, karena memang Perandah tidak berpolitik praktis.

    “Kedatangan saya di rumah dinas Bupati murni silaturahmi pribadi dalam bahasa Bali nya Simakrame dan memberikan dukungan secara pribadi. Sekali lagi ini pribadi saya. Alasannya juga karena simpati saya terhadap kinerja beliau yang bisa membawa perubahan di lampung Tengah saat ini,” tegas Wayan Eka.

    Program yang dilakukan selama ini, tambah Wayan, memang menjadi gerakan masyarakat di seantero Lampung Tengah dan mampu menekan angka kriminalitas di wilayah yang dipimpin Mustafa. “Saya kira ini kan fair mendukung keberhasilan yang positif dari sebuah program untuk masyarakatnya.” Ujarnya.

    Terkait beberapa pemberitaan media online belum lama ini yang menyatakan bahwa Perandah mendukung pencalonan Mustafa, maka Wayan ingin meluruskan yang sebenarnya. “Kami rombongan yang datang waktu itu adalah secara pribadi-pribadi bukan organisasi. Ada mekanisme tertentu yang harus dilalui untuk membawa organisasi memutuskan sesuatu langkah. Maka saya nyatakan bahwa ini bukan membawa organisasi, agar tidak salah kaprah di tengah organisasi Perandah,” paparnya.

    Memang beberapa personal yang saat itu berkunjung ke Nuwo Balak ada sekitar 30-n orang dari berbagai Kabupaten dan kota di Lampung yang memberikan dukungan kepada Mustafa mencalonkan diri menjadi Gubernur Lampung 2018.

    Namun itupun kapasitasnya adalah pribadi-pribadi saja. “Sekali lagi bukan bawa Organisasi. Karena Perandah itu anggotanya sangat banyak. Jadi kami yang hadir waktu itu tak seberapanya. Maka dari itu saya tegaskan ini sifatnya personal,” tegasnya. (ted)

  • Berita Terkait

  • Harga Tetap, Honda CB650F Hadir Lebih Bertenaga

    Sopir Bus Trans Lampung Juara Kontes Pengemudi

    Lambar, Polisi Terus Dalami Dugaan Penganiayaan Kades

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar