Kapan Sebuah Startup Tidak Lagi Disebut Startup

27 April 2017 - 18:55:34 | 2339 | NASIONAL

DL/27042017/JAKARTA

---- Facebook, Uber dan Skyscanner sampai saat ini masih disebut sebagai perusahaan startup meskipun sudah berdiri lebih dari 31 tahun. Sebenarnya, perusahaan seperti apa yang pantas disebut sebagai startup dan kapan sebuah perusahaan berhenti disebut sebagai startup?

Definisi startup sendiri sebenarnya hingga kini sangat beragam. Adora Cheung seorang partner di Y Combinator mengatakan bahwa definisi mengenai startup adalah sebuah state of mind, Scott Belsky co-founder Behance berkata startup adalah mengenai konsep. “Bukan masalah ide, tapi mewujudkan ide yang ada”. Katanya.

Sedangkan Mart Polman—direktur Lamudi Indonesia—berkata startup adalah perusahaan yang masih terus berinovasi dengan kecepatan tinggi. ” Contohnya, Lamudi sendiri yang masih berada di dalam misi untuk membawa transparansi dan kepercayaan terhadap real estate market di Indonesia.” Ungkapnya. 

Tapi apa tolak ukur pasti yang bisa digunakan untuk mengukur apakah suatu perusahaan masih berupa startup dan perusahaan mapan? Beberapa angel investor menyebutkan bahwa suatu perusahaan dikatakan mapan apabila telah mencapai revenue $50 juta per tahun, memiliki lebih dari 100 orang pegawai, atau bernilai lebih dari $500 juta.

Sedangkan ada juga pihak yang mengatakan bahwa startup masih akan terus berkembang dalam waktu yang cepat, sementara perusahaan mapan mungkin masih akan berkembang tetapi masa up and down perusahaan sudah terlewati.

Misalnya Uber, valuasi mereka kini adalah US$69 miliar atau sekitar Rp920 triliun. Maka dari itu, sebagian orang menyebut Uber sebagai perusahaan multinasional namun para petinggi di perusahaan itu lebih senang menyebut Uber sebagai startup karena mereka adalah perusahaan yang sangat berambisi, tumbuh dengan cepat, dan budaya kerja yang sesuai dengan ekspektasi para fresh graduate, yaitu tidak adanya aturan mengenai pakaian, suasana kerja yang menyenangkan, dan lain-lain.

“Pencari kerja yang bertalenta dan memiliki motivasi tinggi tertarik dengan cara kerja startup karena tidak kaku seperti korporat. Mereka juga sangat menyukai keadaan dimana mereka bisa bebas mengutarakan pendapat serta turut membentuk budaya perusahaan,” ujar Aidan Mc Laughlin—direktur komunikasi di Indeed.com.

Sepertinya memang tidak ada definisi pasti mengenai startup. Karena yang terpenting adalah bagaimana sebuah perusahaan mengatasi, memperbaiki dan mentransformasi masalah yang ada.  

***

Memperluas servisnya di Indonesia, Lamudi.co.id didirikan pada tahun 2014 untuk membantu pembeli properti mendapatkan informasi tentang rumah, tanah, apartemen, dan ruang komersil yang dijual maupun disewa. Lamudi Indonesia memberikan kemudahan dengan menyediakan data-data dan kontak dengan agen, properti developer, dan pemilik tanah. Lamudi Indonesia memberikan daftar properti yang lengkap dan terkini di Indonesia. Kantor Pusat Lamudi Indonesia sendiri berlokasi di Jakarta. (adv)