Ganja 137 Gram Dikirim ke Panti Fiktif

05 April 2017 - 08:15:06 | 52974 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/05042017/Bandar Lampung

----- Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung Kombes Pol M Abrar Tuntalanai mengungkapkan kronologis penangkapan 137 kilogram ganja yang dikirim lewat paket travel ke penerima panti asuhan fiktif.Dituliskan dalam alamat penerima kepada Ibu Fachmawati SPD, Panti asuhan Amanah Jl Wijaya Kusuma Pahoman Bandarlampung.

Awalnya Polisi mendapat informasi dari suatu jasa pengiriman atau semacam ekspedisi begitulah. Bahwa akan tiba paket yang mereka anggap mencurigakan. Pengirim berasal dari Medan.

“Saat mengisi dokumen pengiriman paket, orang itu bilang isinya pakaian bekas untuk anak-anak yatim di panti asuhan,” kata Abrar di basement Gedung Bagas Raya Bandar Lampung, Selasa 4 April 2017.

Petugas ekspedisi merasa curiga dengan berat dan kemasan paket yang tidak seperti paket berisi pakaian pada umumnya. Lalu melaporkan ke anggota.

Anggota melakukan penyelidikan dan memantau posisi paket selama dalam perjalanan pengiriman. Paket pun tiba Senin malam 3 April 2017 di kantor ekspedisi tersebut. Berupa lima paket yang sekilas tampaalam ekspos malam ituk sama dan terbungkus sangat rapi. 

Sampai kantor ekspedisi itu tutup kemarin malam itu paket belum ada yang mengambil. Akhirnya sekitar pukul 18.00 WIB keempat pelaku dengan menggunakan dua mobil yang masing-masing diisi dua orang datang mengambil paket itu.

“Kemudian mereka kami buntuti sambil berpikir dimana lokasi penindakan yang tidak membahayakan masyarakat plus jangan sampai mereka bisa lolos. Nah, saat tiba di jalan raya di depan gedung Bagas Raya inilah baru kami tindak. Itu sebabnya lokasi ekspospun dipilih dekat TKP.” lanjut jelas Abrar.

Informasi dari empat pelaku langsung dijadikan bahan untuk pengembangan. Hasilnya didapat tiga orang, yang terhitung, bandar. Langsung dikembangkan lagi malam ini juga untuk membuka jaringan ganja tersebut. 

“Apakah ganja ini mau diedarkan di Lampung atau Lampung sekadar lokasi transit sebelum disebar ke Jawa itu masih dikembangkan. Jadi sekarang belum tahu. Ada beberapa orang yang sedang diincar. Terutama aktor intelektualnya,” kata Kapolda Lampung Irjend Sudjarno dalam ekspos malam itu. (lis)