Dandim: Program Jambanisasi Untuk Masyarakat Sehat

04 April 2017 - 11:51:57 | 5238 | BERITA DAERAH

DL/04042017/Kota Metro

---- Masih banyak masyarakat yang hidup di Desa maupun kota yang kurang peduli dengan kondisi kesehatan atau perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).seperti yang menyangkut masalah buang hajat, masih banyak warga yang tidak memiliki jamban atau kakus untuk menampung apabila hendak membuang hajat.

Akibat dari perilaku buang hajat sembarang yang dilakukan oleh masyarakat baik di aliran sungai, irigasi maupun dipekarangan banyak menimbulkan berbgai penyakit, seperti gatal-gatal, diare atau penyakit yang lainnya.

Hal inilah yang menjadi keprihatinan dan perhatian jajaran Kodim 0411/LT terhadap kesehatan masyarakat yang masih gemar buang hajat sembarangan. Untuk itu pihak Kodim 0411/LT meluncurkan program jambanisasi bagi masyarakat kurang mampu yang belum memiliki jamban atau masih menggunakan WC cemplung.

Sudah ribuan unit bowel dibagikan kepada masyarakat di wilayah teritorial Kodim 0411/LT yang meliputi kota Metro, Lampung Tengah dan Lampung Timur.

Pada awal April ini saja 305 unit bowel dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di tiga wilayah tersebut melalui Koramil yang ada, dengan rincian lingkungan Kodim 49 Unit, selebihnya dibagikan ke 26 Koramil masing-masing mendapat 10 bowel.

“Ini sebenarnya bentuk kepedulian kami dan sebagaian kecil daripada tugas pokok TNI kepada masyarakat, agar masyarakat terbiasa dengan hidup bersih dan sehat sehingga masyarakat terhindar dari berbagai penyakit yang ditimbulkan akibat buang hajat sembarangan. Sebab penderitaan rakyat juga penderitaan TNI, tapi intinya agar kami lebih dekat dengan rakyat. Itu saja,” jelas Dandim Letkol Inf. Jajang Kurniawan  kepada detiklampung.com di ruang kerjanya, Senin 3 April 2017.

Lebih lanjut Jajang mengungkapkan, hal tersebut sebagai bagian dari bela Negara serta kondisi juang yang tangguh TNI sebagai rohnya TNI adalah bersama rakyat. Sebab sejak jaman perjuangan dahulu TNI sudah bersama-sama dengan rakyat.

Bentuk kepedulian TNI kepada rakyat tidak hanya sebatas jambanisasi saja atau TMMD dan karya bakti lebih dari pada itu sistem pertahanan TNI adalah pertahanan semesta. Jadi kekuatan TNI adalah kekuatan rakyat.

“Walaupun TNI didukung oleh Alutsista yang lengkap dan canggih, namun kalau kita tidak dekat dengan rakyat, maka kita tidak akan ada artinya apa-apa. Dan moyto TNI adalah bersama rakyat TNI menjadi kuat,” tegasnya.

Negara luar, kata Dandim, yang sudah maju dalam segala hal seperti Amerika dan Inggris sangat mengakui dan salut atas kemanunggalan TNI dan rakyat, artinya antara TNI dan rakyat tidak dapat dipisahkan.

Lebih daripada itu, ada dua situasi yang diterapkan di lingkup TNI yaitu, Operasi dalam kondisi perang dan operasi pada saat tidak perang. Saat ini kondisi tidak dalam perang, untuk itu TNI membantu pemerintah daerah dalam mengatasi kesulitan yang alami oleh masyarakat dan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti, jambanisasi, pertanian, kesehatan pendidikan serta pengiriman warga untuk mengikuti pelatihan ketrampilan di Rindam. “Sehingga masyarakat menjadi aman,nyaman makmur adil dan sejahtera,” tandasnya. (Igun)