Mitch Akan Kembangkan Tabuh Talo Di Australia

23 Maret 2017 - 18:39:13 | 445 | SENI & BUDAYA

DL/23032017/Kotabumi

---- Seni musik tradisional merupakan salah satu kekayaan budaya peninggalan leluhur yang harus tetap kita jaga dan lestarikan. Namun sangat disayangkan, di jaman yang semakin berkembang saat ini, mayoritas kaula muda seni musik tradisional dianggap jauh ketinggalan jaman.

Tak heran jika kita melihat para pemuda pecinta musik saat ini lebih cendrung memilih musik dengan peralatan modern. Akhirnya musik tradisional maupun alat musik yang menjadi sumber kekayaan adat budaya kita mulai pupus dimakan jaman.

Seperti halnya Kabupaten Lampung Utara yang kaya akan budaya dan musik tradisional menjadi salah satu tempat penelitian warga asing. Mitch, mahasiswa asal Australia telah delapan bulan berada di Bumi Ragem Tunas Lampung dalam rangka melakukan penelitian kesenian dan musik tradisional yang dimiliki Lampung Utara. 

Namun mahasiswa asal Nelberd yang sudah lancar berbahasa Indonesia ini, tidak hanya melakukan penelitian guna kepentingan pendidikan Pasca Sarjana (S2) nya saja.

Mitch juga memanfaatkan waktunya selama di Lampung Utara untuk belajar memainkan alat musik Tabuh Talo

Selama satu bulan dilatih oleh Ahmad Rifai pengurus dewan kesenian Lampung Utara akhirnya warga Australia itu dapat menguasai sembilan macam tabuhan musik Lampung Utara. Tampak Mitch begitu lihai saat memainkan Tabuh Talo alat musik khas Lampung yang selalu ada saat acara besar atau acara adat.

“Saya sangat tertarik dengan kesenian di Lampung Utara, Saya di sini selama setahun melakukan  penelitian guna menyelesaikan S2 saya di Australia. Ini lagi belajar sama Bang Fei mainkan Tabuh Talo,” ujar Mitch saat berlatih di gedung DKLU Lampura, Rabu 22 Maret 2017.

Menurut Mitch seni musik Lampung Utara sangat unik dan berbeda dari daerah lain yang pernah ia kunjungi di Indonesia. Dengan bantuan dana dari universitasnya, Mitc berencana akan membeli seperangkat alat musik khas Lampung Utara dan akan mengembangkan musik ini ke negara asalnya.

“Alat musik ini sangat unik sekali, berbeda dari gamelan Jawa dan Bali yang pernah saya mainkan. Dari dana bantuan universitas, saya akan beli seperangkat alat musik Lampung Utara ini dan akan saya kembangkan di Austrlia saat saya kembali nanti,” ungkap Mitch.

Belum Termotivasi

Sementara itu, Ahmad Rifai pengurus dewan kesenian Lampung Utara yang juga sebagai pelatih Mitch bermain Tabuh Talo menuturkan, dengan keberadaan orang asing di Lampung Utara ini seharusnya dapat memberikan motivasi kepada para pemuda Lampung Utara untuk belajar seni tradisional yang ada.

“Saya senang sekali ada orang asing yang mau belajar kesenian di kabupaten kita, sementara pemuda kita sendiri belum ada yang mau belajar Tabuh Talo ini. Hanya satu bulan saya melatih Mitch, dia sudah mampu kuasai sembilan macam tabuhan.” Ujar Rifai.

Selain itu Ahmad Rifai juga berharap khususnya kepada para pemuda Lampura untuk tetap menjaga dan melestarikan seni kebudayaan lokal yang kita miliki.

“Seni Budaya merupakan salah satu kekayaan yang kita miliki. Jika bukan kita siapa lagi yang akan menjaganya. Kalau bukan sekarang kapan lagi. Seni dan budaya kita juga mampu mengguncang mata dunia,” ujar Rifai. (Zan)