Fadli Zon: Keris Sebagai Pusaka Nusantara

18 Maret 2017 - 21:25:38 | 1809 | PARLEMENTARIA

DL/18032017/JAKARTA
---- Bersamaan dengan hari pembukaan masa Sidang ke IV, DPR RI bekerjasama dengan Serikat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), menggelar Pameran Keris Nasional di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Maret 2017.

Pameran digelar dari tanggal 15 hingga 17 Maret ini, mengambil tema Pesona Keris Bali dan Lombok. Selain itu, ada bursa keris yang diikuti para pengrajin, empu, paguyuban yang memaharkan (menjual) keris mereka. Masyarakat bisa memiliki keris sebagai koleksi maupun identitas.

Pembukaan pameran yang digelar pada 15 Maret kemarin, dibuka langsung seluruh Pimpinan DPR RI. Anggota DPR RI, Duta Besar Negara-negara sahabat, Raja-raja di seluruh Nusantara, juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan lainnya.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon yang juga sebagai Ketua Umum SNKI dalam kata sambutannya, menyampaikan bahwa keris merupakan pusaka nusantara dan bagian dari identitas budaya nasional. 

“Budaya keris hidup merentang mulai dari Barat hingga ke Timur Nusantara. Hal ini menandakan bahwa keris benar-benar merupakan warisan kebudayaan yang memiliki akar kuat di dalam tradisi masyarakat Indonesia,” tutur Politisi Partai Gerindra itu. 

Fadli menggarisbawahi bahwa budaya adalah elemen penting pembentukan karakter, sekaligus menjadi identitas yang membedakan satu komunitas atau bangsa dari komunitas dan bangsa lainnya. Tanpa budaya, orang menjadi tidak memiliki identitas. Itu sebabnya kita harus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan, termasuk keris ini.

Fadli juga menyampaikan bahwa keris sebagai pusaka nusantara, sejak 2005 telah dikukuhkan UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia, A Masterpice of the Oral and Intangible Heritage of Hummanity. Ini pengakuan pertama terhadap budaya asli Indonesia, baru setelah itu ada pengukuhan terhadap batik, wayang dan lain-lain.

“Ini juga menandakan bahwa keris tetap menjadi alat perjuangan nasional, terutama di panggung diplomasi. Dalam praktek diplomasi kita, saat ini keris telah menjadi salah satu cenderamata dalam kegiatan diplomasi kenegaraan. Bahkan Keris juga sudah menjadi bagian dari ekonomi kreatif, yang sangat potensial dalam mendukung diplomasi ekonomi kreatif Indonesia,” tukas Politisi Partai Gerindra,  Dapil Jabar V itu. 

Dalam pameran kali ini, terdapat 105 keris Bali dan Lombok koleksi dari para anggota DPR RI, Tokoh Nasional, dan juga dari Provinsi Bali dan NTB. Fadli Zon berharap, dengan digelarnya pameran keris di DPR ini, bisa mendorong keris untuk lebih dikenal masyarakat luas. 

“Dan ini merupakan wujud nyata komitmen DPR RI dalam mengapresiasi dan memajukan seni dan budaya bangsa. Terutama dalam melestarikan Keris sebagai benda pusaka bangsa,” kata Fadli Zon. (RYAN)