Yadi: Polisi Harus Lebih Hati-hati

17 Maret 2017 - 16:55:08 | 1038 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/17032017/Bandarlampung

---- Peristiwa yang kembali menyeruak kepermukaan terkait salah tangkap oleh Polisi, ditanggapi cepat oleh PWI Lampung. Supriyadi Alfian, S.Kom, MM, Ketua PWI Lampung langsung bereaksi begitu mendengar ada wartawan yang menjadi korban salah tangkap Polisi saat terjadi demo di Polsek Tegineneng Jumat 17 Maret 2017.

Menurut Yadi, melalui grup WhatsApp PWI Lampung mengimbau agar polisi segera melakukan klarifikasi. “Ini tindakan tidak cermat dari Polisi, harusnya mereka lebih cermat dalam melaksanakan tugas. Sudah jelas menunjukkan ID card masih diambil, ini tidak bijaksana,” katanya.

Yudi, wartawan trans Lampung yang sedang meliput amuk massa di Polsek Tegineneng pagi itu diinterogasi di lapangan sambil dimintai kartu ID nya, yang disinyalir oleh seorang Polwan. Lalu Yudi disuruh naik mobil yang mempuat massa yang ditangkap Polisi.

Maka dari itu ia menyarankan polisi yang bertugas saat ada aksi massa di Polsek Tegineneng bertanggungjawab atas kejadian ini. “Yudi, kan bertugas sesuai dengan prosedur, dan ini kejadian di luar ruang. Kabarnya Yudi sudah menunjukkan ID card, lalu kenapa musti diangkut bersama para demonstran lain. Cobalah, kita lebih arif dalam bertindak. Saya rasa ini harus ada tindakan dari petinggi Polisi atas kecerobohan tersebut. Meskipun sekarang Yudi sudah dilepas dan bergabung kembali dengan rekan-rekan wartawan peliput, namun ini harus dituntaskan secara etika Kepolisian,” ungkap Yadi. (sapto)