Tujuh Puluh Persen Kepala Dinas Di Lambar Layak Diganti

17 Maret 2017 - 07:09:27 | 1890 | BERITA DAERAH

DL/17032017/Lambar

----- Sangat ironis melihat kondisi sumber daya manusia Aparat Sipil Negara (ASN) di kabupaten Lampung Barat, jika mengacu pada penilaian masyarakat berdasarkan kinerjanya. Terbukti beberapa desakan mulai bermunculan untuk mengganti sebagian besar Kepala Dinas yang bertugas di beberapa SKPD Lampung Barat.

Salah satunya yang dilontarkan Ismail MB, SE, mantan ketua PWI Lampung kepada media di daerah ini, yang menegaskan bahwa hampir 70 persen pejabat kepala dinas semestinya diganti. “Saya berharap 70 persen Kepala Dinas di Lampung Barat ini diganti lah. Pertama sudah terlalu lama duduk sebagai penguasa di SKPD. Selain menimbulkan kecemburuan, kedua kreativitasnya juga mulai terlihat mandeg,” katanya.

Saat ini banyak pejabat yang parker dan mempunyai kemampuan lebih, namun tidak mendapatkan kesempatan. “Seharusnya ada penyegaran di sini, agar kreativitasnya bangkit dan kembali produktif.” Tambahnya.

Menurut Ismail, disinyalir bahkan ada yang menjabat hampir 10 tahun lebih. “Jabatan tersebut tidak hanya di satu satker saja. Sudah saatnya pejabat-pejabat yang masih usia muda namun mempunyai dedikasi dan kemampuan yang mumpuni untuk tampil dalam pemerintahan di Lambar ini. Masa iya gak ada regenerasi,” Katanya.

Sebentar lagi Lambar akan punya pemimpin baru yang masih berusia muda, sesuai dengan jargonnya untuk menjadikan kabupaten ini menuju Lampung Barat hebat.

“Maka demi tujuan mulia tersebut pemerintah daerah memerlukan perombakan pejabat, agar tercipta situasi yang kondusif dan pemerintahan tidak terkesan jalan di tempat,” ujar Ismail.

Ismail menambahkan, masa jabatan yang terlalu lama dalam suatu pemerintahan juga merupakan gejala tidak sehat. Akibatnya akan menimbulkan hal-hal yang negatif.

“ Ada sikap pasif dan apatis serta mundurnya motivasi serta inisiatif dalam bekerja. Mengkerdilkan kreativitas seseorang, karena tak adanya tantangan yang berarti.  Menimbulkan iklim bekerja yang tidak mudah diubah dan menutup kemungkinan pejabat baru dari generasi penerusnya,” ungkapnya. (Anton)