Mahasiswa Unila Sebarannya Kurang Merata

05 Maret 2017 - 14:44:48 | 216 | PENDIDIKAN

DL/05032017/Bandarlampung

----- Dari data yang diterima selama ini untuk minat dan sebaran mahasiswa di Universitas Lampung (Unila) ternyata belum merata. Ada tiga daerah yang sangat menonjol yakni Bandarlampung, Pringsewu dan Kota Metro yang mendominasi mahasiswa baru Unila.

Ini diungkapkan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo saat bertemu dengan pihak Universitas Lampung di Rektorat Unila, Jumat 3 Maret 2017.

Ridho menegaskan ke depan sebaran mahasiswa  baru Universitas Lampung akan lebih merata. Sehingga kuota sebesar 70 persen mencakup mahasiswa dari  15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

“Berdasarkan data yang kami terima, tiga daerah di Lampung seperti Bandar Lampung, Metro dan Pringsewu memiliki jumlah paling banyak mahasiswa. Ke depan dengan sebaran yang merata, diharapkan  sumber daya manusia handal nantinya juga merata di seluruh wilayah Lampung," ujar Gubernur.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk peningkatan kapasitas ruang belajar dan infrastruktur gedung, diharapkan meningkatkan mutu kualitas dari proses belajar dan mengajar bagi Universitas Lampung.

“Dengan manfaat pengembangan infrastruktur akan banyak kerjasama yang dapat dilaksanakan. Unila juga kiranya memberi  masukan tentang pola pengembangan berbagai sektor yang belum tergali di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi akan mendorong peningkatan  pembangunan pada sektor ekonomi kreatif. Hal ini diperlukan untuk mengimbangi proses pembangunan di Provinsi Lampung yang sudah berjalan sampai hari ini.

“Kita juga fokus pada pengembangan UKMK dengan menstimulus dari sisi ide dan  kreativitas atas potensi yang ada di Provinsi Lampung. Saya menginginkan adanya inkubator bisnis yang memberikan suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis.“ ungkap Ridho.

Melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan dan pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan yang sustainable. “Sehingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat,” ujar Ridho Ficardo.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Imer Darius, Anggota DPRD Provinsi Lampung Yandri Nazir, Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Hamartoni Ahadis, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Sulfakar, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Bayana. (hmsprov)