Dua Jam Gubernur Bicarakan Keperluan RSUAM

26 Februari 2017 - 12:34:12 | 3996 | KESEHATAN

DL/26022017/Bandarlampung

--- Beberapa waktu lalu, Gubernur Lampung melakukan pendataan secara detail ke Rumah Sakit Umum – Abdoel Moeloek (RSUAM) bersama Asisten 4 dan Ketua Bappeda provinsi Lampung, untuk identifikasi berapa besar biaya yang diperlukan serta peralatan apa yang diperlukan di sini, untuk menjadikan RSUAM terbaik di Lampung.

“Saat itu 2015, saya bersama kepala Bappeda dan asisten 4 mencatat semua kebutuhan, dan ternyata kami hitung ternyata kebutuhan hampir 150 miliar. Lalu kami anggarkan di tahun 2016, 90 persennya kami penuhi, kami mohon 10 persennya dibantu oleh kementerian.” Papar Ridho, kilas balik persiapakn pembangunan RSU AM di hadapan Menteri Kesehatan, Sabtu 20 Pebruari 2017.

Ridho mengatakan bahwa untuk menanamkan kepercayaan kepada masyarakat bahwa sarana ini terbaik memang tidak mudah. “Pada tahun 2015 lalu seperti biasa pemprov dalam menyusun APBD harus paparan, khusus untuk RS Abdul Muluk saya yang datang kunjungan dan berkeliling. Sekitar 2 jam kami berdiskusi dan beri kesempatan kepada seluruh kepala unit layanan untuk sampaikan seluruh kebutuhan.” Lanjut Ridho.

Saya sampaikan, kata Ridho, saya ingin rumah sakit ini menjadi terbaik di Lampung. Bukan hanya secara formal kebijakan, akan tetapi berdasar survey di masyarakat dari segala segi. Baik dari perlengkapan sampai pelayanannya. Karena “RSUDAM adalah benteng kesehatan terakhir dari pemerintah Provinsi Lampung, dan RSUDAM adalah muka gubernur di bidang kesehatan.” Jelas Ridho.

Ridho bercerita bahwa beberapa waktu lalu istrinya juga melahirkan di RSUDAM. “Saya teringat waktu saya masih bersama orangtua di perkebunan, banyak anak yang disekolahkan di luar karena orangtua tidak percaya dengan fasilitas sekolah di perkebunan. Lalu bapak saya membuat sekolah yang baik untuk karyawan sendiri. Kalau buat kita saja tidak dipercaya apalagi buat orang lain.” Ridho mengisahkan.

Maka itu juga yang menjadi landasan saat memperbaiki RSUAM. “Kalau Gubernur saja percaya pada rumah sakit ini, maka masyarakat juga percaya pada rumah sakit ini. Namun jangan juga karena gubernur, dokter dan perawat siaga, tapi untuk masyarakat tidak begitu.” Lanjutnya.

Gubernur Lampung mengatakan semua ini pada sambutan peresmian tugu monumen dr Hi. Abdoel Moeloek, Gedung Administrasi, Gedung Delima, Gedung THT & Mata, Gedung Laboraturium, dan Gedung OK/Bedah Sentral, Sabtu 25 Pebruari 2017.

Sedangkan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan bahwa rumah sakit ini sudah dalam satu desain planning yang baik, sangat bagus gubenur sangat memperhatikannya.

“Gubenur membantu di sini, pusat membantu di sana. Ini cukup bagus. Gubernur bikin ini bukan tanpa perencanaan. Mereka memanfaat tanah yang 9 hektar ini terencana dengan baik. semua tertata dengan rapi.” Kata Menteri. (DA/Mrf)