SAH : Uji Publik RUU Sisbuk Bukan Sekedar Formalitas

22 Februari 2017 - 23:28:46 | 2430 | PARLEMENTARIA

DL/22022017/JAKARTA

---- Tahapan uji publik dalam proses pembuatan undang-undang merupakan tahap penting dalam upaya penyempurnaan materi secara lebih substansial.

Hal ini disampaikan ketua panitia kerja (Panja) RUU sistem perbukuan Sutan Adil Hendra (SAH) ketika memimpin acara uji publik ke Semarang Jawa Tengah, Senin, 20 Pebruari 2017 kemarin.

Karena menurut anggota Fraksi Partai Gerindra ini, uji publik dimaksudkan untuk melihat persepsi dan ekspektasi awal masyarakat khususnya para pihak berkepentingan terhadap UU yang akan dikeluarkan.

“Sehingga dari uji publik ini DPR dapat mengakomodir harapan publik yang berhubungan dengan subjek dan objek yang di atur (public service) sebagai suatu regulasi.” Katanya.

Besarnya faedah uji publik ini bagi akseptabilitas UU nanti maka SAH mengatakan DPR akan melakukan uji publik ke semua para pemangku kepentingan baik itu penerbit, lembaga pendidikan, percetakan dan masyarakat.

“Kita berharap uji publik mampu memberi penguatan dan perlindungan akan hak dan kewajiban mereka yang berkepentingan akan dunia perbukuan.” Tambahnya.

Untuk itu SAH menegaskan uji publik ini bukan sekedar formalitas belaka, tetapi tahapan penting yang penuh makna bagi RUU sistem perbukuan dalam menjalankan fungsinya di semua lini.

Karena Indonesia butuh percepatan untuk mengejar ketertinggalan pendidikan dari bangsa lain dan RUU sisbuk ini merupakan pondasi penting yang menunjang pendidikan berkualitas dan merata.

“Kita ingin anak sekolah dari sabang hingga merauke bisa mengaskes buku pelajaran yang bermutu, murah dan merata.” Ujarnya.

Jadi uji publik ini bagian dari upaya DPR untuk mengawal pendidikan anak bangsa. (RYAN)