Mukhlis: Fitnah Jika Jamaah Umroh Keluarga Saya

01 Februari 2017 - 03:06:18 | 378 | BERITA DAERAH

DL/01022017/Liwa

----- Adalah sebuah fitnah jika ada yang mengatakan bahwa jamaah Umroh yang diberangkatkan dari pemkab Lampung Barat adalah keluarga bupati. “Ada yang mengatakan bahwa jamaah Umroh yang akan berangkat adalah keluarga saya. Itu Fitnah,” kata Mukhlis Basri, Bupati Lampung Barat.

Ini diungkapkannya Mukhlis Basri dalam sambutannya sesaat sebelum melepas keberangkatan jamaah umroh di Islamic Centre kawasan Sekuting Terpadu Pekon Watas, Sabtu 29 Januari 2017.

Dijelaskannya, jamaah umroh yang berangkat berasal dari 15 kecamatan yang ada di Lampung Barat. “Semua kecamatan punya jamaah yang diberangkatkan tahun ini, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pegawai Pemda. Jadi tidak benar jika yang diberangkatkan ke tanah suci ini adalah keluarga saya, kalau tetangga saya ada,” kata dia.

Bupati dua periode ini menerangkan, masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk beribadah umroh ke tanah suci merupakan hasil undian dan bagi PNS yang berangkat adalah mereka yang telah berprestasi dalam bidangnya.

“Seratus orang yang berangkat ini 30 persen adalah tokoh agama, jadi yang bilang itu adalah keluarga atau kerabat saya itu fitnah. Guru ngaji, marbot dan imam masjid yang berangkat, itu yang mendapatkan undian bukan ditunjuk oleh saya,” tegasnya.

Mukhlis juga menyampaikan,  bahwa program umroh gratis ini baru muncul semenjak dia jadi bupati yang pertama. “Sudah sembilan tahun program ini berjalan dan sudah 900 orang mendapatkan kesempatan untuk beribadah umroh di tanah suci Mekkah dan program ini belum ada pada kepemimpinan sebelum saya, mulai dari pak Umpu Singa, Pak Wayan Dirpha dan almarhum pak Erwin Nizar,” ungkap Mukhlis.

Selain itu orang nomor satu di Lampung Barat ini juga mengungkapkan, ada oknum yang mengatakan bahwa di kepemimpinan Mukhlis tidak ada program di bidang keagamaan. “Itu fitnah yang luar biasa kejamnya. Saya perlu jelaskan program bidang keagamaan seperti memberikan insentif kepada guru ngaji, imam masjid dan marbot itu baru ada di jaman saya, begitu juga dengan umroh ini,” terangnya.

Pada kesempatan itu Mukhlis meminta peserta umroh yang ada untuk mengacungkan jari telunjuk saat di tanya berasal dari kecamatan mana saja. “Coba tunjuk tangan calon jamaah berasal dari kecamatan mana saja dan ada berapa orang,” katanya kepada calon jamaah.

Dari 15 kecamatan yang ada masing-masing memiliki calon jamaah umroh yang di danai oleh pemkab Lampung Barat, yakni kecamatan Lumbok 2 orang, Sukau 6 orang, Balikbukit 10 orang, Batubrak 6 orang, Belalau 1 orang, Batu Ketulis 2 orang, Sekincau 5 orang, BNS 10 orang, Suoh 8 orang, Wai Tenong 9 orang, Pagar Dewa 4 orang, Sumber Jaya 10 orang, Kebun Tebu 9 orang, Gedung Surian 5 orang dan Air Higam 6 orang.

“Jadi semua kecamatan ini kebagian pak, artinya program ini benar-benar untuk masyarakat bukan untuk siapa-siapa,” tegas Mukhlis.

Terkait pernyataan Bupati, kepala bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) Sekretariat Pemkab Lampung Barat M Danang Hari Suseno, S.Ag, MH, mengatakan bahwa dari 133 jamaah calon Umroh yang akan berangkat 100 orang didanai oleh APBD Kabupaten Lampung Barat, sedangkan 33 orang lainnya berangkat secara mandiri.

Masyarakat yang diberangkatkan oleh pemkab merupakan warga yang tidak mampu. “Sementara untuk PNS adalah bagi mereka yang berprestasi dan bagi anggota DPRD Lambar yang berkesempatan umroh gratis merupakan usulan dari fraksi masing-masing anggota dewan,” jelas Danang.

Danang menambahkan, bahwa semua elemen masyarakat sudah difasilitasi dengan syarat ada usulan dan yang paling prioritas adalah masyarakat, tokoh agama, guru ngaji,imam masjid, dan marbot. “Kalau ada masyarakat yang tidak mampu ingin berangkat itu yang lebih utama, tapi diusulkan dengan sistim prioritas lewat kecamatan, karena kalau tidak diusulkan maka permohonan akan membludak, sementara anggaran terbatas.” Tutupnya. (Anton)