Puncak Mas, Satu Destinasi Wisata Baru di Lampung

02 Januari 2017 - 16:56:41 | 3751 | PARIWISATA

DL/02012017/Bandarlampung

----- Boomingnya dunia pariwisata Indonesia, khususnya di Lampung menandai kebangkitan pariwisata yang menjadi alternatif perekonomian kreatif negeri ini. Puncak Mas adalah salah satunya.

Meski baru digarap secara serius sejak 3 bulan terakhir, namun ternyata Puncak Mas langsung melejit menyedot perhatian masyarakat khususnya di Bandarlampung, dan Lampung pada umumnya.

Thomas Riska, sang pemilik tempat ini menegaskan bahwa dia sangat serius membangun Puncak mas sebagai destinasi wisata baru di Indonesia. “Ya serius dong. Kalau nggak serius gak begini to.” Selorohnya.

Menurutnya, idenya spontan, karena saat ini masyarakat sangat memerlukan refreshing yang bisa menghilangkan kepenatan mata selama sepekan bekerja. “Konsepnya sederhana. Untuk memberikan alternatif masyarakat refreshing dengan mudah dan murah.

Even perdana, meskipun secara fisik pembangunannya belum selesai, Punak Mas sudah mampu memberikan kesan positif kepada ratusan orang yang malam pergantian tahun 2016 ke 2017 turut menikmati keajaiban ciptaan Allah, melalui pemandangan yang luar biasa dari lokasi itu.

Puncak Mas yang berada di bukit Sukadanaham, Bandarlampung mmberikan sensai pemandangan kota dan laut yang luar biasa lengkap dan memanjakan mata serta kesejukan hati.

Malam tahun baru di lokasi ini dihelat acara musik dengan penampilan XQ-Band dari Bandarlampung dan dancer. Dan pada puncaknya, pengunjung diberikan suguhan hiburan tiga DiscJockey dari Jakarta dan Bandung.

Thomas mengatakan bahwa manajemen sangat terbantu dengan media sosial baik facebook, istagram dan twitter yang mengunggah keberadaan Puncak Mas sehingga mulai dikenal masyarakat.

“Tentu ini konsekuensi dari kemajuan informasi, sehingga kami sangat dibantu. Apalagi belakangan dunia pariwisata sedang booming di mana-mana di dunia ini. Banyak destinasi baru yang muncul di sana sini,” katanya.

Puncak Mas dibangun di areal sekitar 3 hektar, di lereng bukit, yang tetap menjaga lingkungannya, termasuk berbagai kemungkinan penyaluran air saat hujan turun, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Konsep yang dikembangkan adalah wisata pegunungan yang religius. “Kami punya keinginan untuk memberikan kesan religi yang cukup di sini. Selain bangunan-bangunan yang sedang kami siapkan untuk berhibur, juga akan kami bangun mushola. Konsepnya di atas pohon sich.” Katanya.

Namun sampai saat ini mash terus dalam tahap penyelesaian. (lis)