Warga Suoh dan Belalau Berkomitmen Pilih Edy-Pai

12 Desember 2016 - 02:01:32 | 1620 | BERITA DAERAH

DL/11122016/LAMPUNG BARAT

--- Kehadiran paslonkada Lambar 2017-2022 yang diusung Koalisi Lambar Berganti (Partai Demokrat, PPP, Partai Gerindra, Partai Nasdem, PKS, PKB), Edy Irawan Arief - Ulul Azmi Soltiansa atau Paisol, mendapat tempat tersendiri bagi konstituennya di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS).

Betapa tidak, selama ini khususnya sejak 10 tahun terakhir nyaris tak ada nama lain merealisasikan mimpi mereka yang bakal menembus keterisolasian dua kecamatan potensial tersebut berupa akses jalan dari dan menuju Suoh dan BNS yang hampir tak mendapat perhatian sama sekali dari pemkab setempat.

Buktinya sampai kini belum juga sama dengan kecamatan lainnya di Bumi Skala Brak itu.

Atas fakta dan kondisi tersebut, masyarakat Suoh dan BNS berkomitmen menentukan pilihan terbaiknya pada pemilu kada yang dijadwalkan 15 Februari 2017 mendatang.

Terlebih Lambar yang kini memasuki usia ke-26, khususnya di dua kecamatan itu nyaris tak ada pembangunan yang berarti jika barometer utamanya adalah infrastruktur jalan.

Aspirasi warga di kedua kecamatan terisolir tersebut akan akses jalan yang bagus disambut baik Edy-Pai, paslon kada nomor urut 2 saat menggelar kampanye dialogis maupun konsolidasi tim pemenangannya di kedua kecamatan itu, Sabtu 10 Desember 2016.

“Masyarakat spontan menginginkan jalan yang mulus. Itu disampaikan kepada Edy-Pai saat berada di sana,” ungkap jurubicara Edy-Pai, Andi Gunawan.

Lanjut Andi, hari itu Edy-Pai menggelar kegiatan di beberapa titik, seperti temu tokoh di Talang Sayuti Sidorejo, kampanye dialogis di kediaman Abu Hanif Sidorejo, pertemuan di lapangan Tuguratu, dan kampanye di Umbul Serup Banding.

Sementara di tempat terpisah tepatnya di Kecamatan Belalau, Minggu 11 Desember 2016, Pasangan Edy-Pai bertemu sejumlah tokoh di kediaman Jepian Pekon Kejadian dihadiri tak kurang 100-an tokoh termasuk ibu-ibu.

Lalu, Edy menggelar kampanye dialogis di rumah Muslim Pekon Turgak. Di Turgak, pekon yang termasuk dalam lingkaran kaki Gunung Pesagi itu banyak mendapat masukan akan akses jalan yang kurang bagus bahkan terputus meski hanya berjarak kurang dari 20 kilometer dari ibukota Lambar itu.

“Edy mendapat masukan akan minimnya prasara jalan di Turgak. Dia berketetapan akan membangun akses jalan dan prasarana-sarana pariwisata air terjun setinggi 17 meter yang masih perawan,” ujar Andi Gunawan. (Anton)