Karya Agung Warisan Budaya Lampung Dapat Sertifikat

07 Desember 2016 - 11:58:48 | 2970 | SENI & BUDAYA

DL/07122016/Bandarlampung

---- Menyadari banyaknya potensi karya agung leluhur di provinsi Lampung sebagai peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan, maka berbagai peninggalan itu oleh pemerintah provinsi Lampung satu persatu mulai didaftarkan sebagai kekayaan budaya Lampung.

Sejak tahun 2013 Karya Agung warisan leluhur masyarakat Lampung  telah mendapatkan pengakuan Pemerintah RI,  hal tersebut dibuktikan dengan pengukuhan berupa Sertifikat Warisan Takbenda Indonesia.

Karya Agung tersebut antara lain Sulam Tapis, Muayak (sastra lisan), Tari Melinting, Tari Sigeh Pengunten, Gamolan, Lamban Pesagi, Sakura Cakak Buah, Sulam Usus, Gulai Taboh dan Seruit. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Choiria Pandarita, belum lama ini. 

Choiria mengatakan bahwa pada 2016, budaya adi luhung masyarakat Lampung yang mendapatkan sertifikal Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2016 bertambah seperti Tenun Ikat Inuh (kain), Warahan/Wawaghahan (sastra lisan), Tuping (perayaan), Maduaro (kain) dan Kekiceran (Tarian Pesisir Barat). 

Sertifikat tersebut diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendy pada tanggal 27 November 2016 di Jakarta. 

Menurut Kadis Kominfo Provinsi Lampung Sumarju Saeni, penetapan sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia tersebut mengingat negeri ini telah meratifikasi Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage tahun 2003, yang disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 78 tahun 2007 tentang Pengesahan Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage.

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka selain unsur budaya Indonesia dicatatkan,  maka perlu dilakukan penetapan. Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah pemberian status Budaya Takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia.” ujarnya. (IP)