Layanan Loket BPJS Lembon, Dikeluhkan Pasien

06 Desember 2016 - 21:32:24 | 625 | KESEHATAN

DL/06122016/Kota Metro

---- Pelayanan di loket BPJS rumah sakit umum Ahmad Yani kota Metro  dikeluhkan oleh Para Pasien. Pasalnya, mereka menunggu panggilan pendaftaran verifikasi berkas untuk rawat inap membutuhkan waktu 2- 3 jam baru mendapatkan panggilan.

Salah seorang keluarga pasien, Mugio mengatakan, dirinya dari kemarin mengurus berkas orang tuanya yang akan di rawat di rumah sakit pemerintah ini membutuhkan waktu 2 hingga 4 jam baru dipanggil dan dilayani.

“Saya kemarin dari jam 8 baru dipanggil jam 12 siang mas, berarti saya nunggu 4 jam lamanya,” keluhnya.

Hal senada juga dikatakan keluarga pasien lainnya, Noven warga dari lampung tengah  Ia mengaku, dirinya mendaftarkan orang tuanya untuk dirawat inap guna menjalani perawatan di RS tersebut, saat mendapatkan rujukan intern dari IGD dan mendaftar di Loket BPJS dari jam 10 sampai pukul 12 siang tak kunjung dipangil.

Yang lebih miris lagi, saking lamanya pelayanan dan tidak dipanggil panggil, dari pantauan di ruang tunggu loket BPJS sejumlah keluarga pasien yang menunggu panggila  sampai ketiduran diruang tunggu.

Pantauan detiklampung.com di loket BPJS RSUAY terbukti .Pelayanan di loket BPJS hanya ada satu petugas dari BPJS yang melayani pasien.

Lamanya waktu yang dibutuhkan masyarakat ketika melakukan verifikasi berkas di loket BPJS RSU A Yani menjadi sorotan Komisi II DPRD Kota Metro. Pihak DPRD berjanji akan memanggil pihak BPJS, rumah sakit daerah, dan rumah sakit swasta untuk duduk bersama mencari solusi atas persoalan tersebut.

 ”Dalam waktu dekat akan kami panggil. Harus segera dicarikan solusinya. Supaya masyarakat jangan lagi harus menunggu berjam-jam seperti itu,” Kata Anggota Komisi II Ridhuan Sory Ma’oen Ali di ruang kerjanya, Selasa 7 Desember 2016.

 Menurutnya, pihak BPJS dan rumah sakit harus segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan kepada masyarakat. Jika terkendala kurangnya petugas, maka harus dilakukan penambahan.

 ”Saya baca beritanya lama proses verifikasi karena petugas cuma satu di loket itu. Artinya tidak cukup, harus ditambah dong. Nanti kami kumpulkan, biar jelas duduk perkaranya. Sudah waktunya kita berbenah untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tegasnya.

Memaksimalkan pelayanan, lanjut dia, seharusnya pada Sabtu dan Minggu PBJS pun bisa menempatkan petugas di rumah sakit. Sehingga pada hari kerja tidak terjadi penumpukan berkas yang menimbulkan keluhan dari masyarakat.

”Kalau seperti RSU A Yani saya lihat Sabtu dan Minggu ada petugas yang jaga. Artinya 24 jam, BJPS bisa contoh seperti itu. Termasuk bisa menempatkan petugas di bagian yang membutuhkan pelayanan cepat, seperti di Instalasi Gawat Darurat,” jelas dia.

 Saat dikonfirmasi terkait  keluhan tersebut bagian hukum komunikasi publik kepatuhan (HKPK) BPJS Kota Metro Husin Ali mengaku, permasalahan lamanya mengurus rawat inap merupakan wewenang pihak Rumah Sakit.

“Kita memang tempatkan cuma satu petugas di sana. Tapi fungsinya hanya untuk verifikasi atau memastikan jika pasien yang mengajukan itu memang sudah tepat alasan dan betul orangnya. Dan verifikasi itu enggak sampai lima menit kok," jelasnya..

 Terkait masalah pendaftaran yang menyebabkan antre berjam-jam, itu merupakan wewenang RS. Karena petugas loket dan lainnya adalah karyawan RS. BPJS hanya sebagai verifikasi sesuai dengan MoU.

"Kalau untuk rawat inap, itu ada SOP. Jadi bisa masuk dulu, dan harus diurus 3x24 jam. Kalau tidak diurus, dalam batas waktu itu, jadi pasien umum. Ini ada dalam MoU juga. Dan pasien, kalau ada keluhan pelayanan, lapor kita, untuk kita tindaklanjuti ke RS," terangnya.

 Sementara Direktur RSUD Ahmad Yani Endang Nuriyati mengaku, lamanya pasien mengurus rawat inap pada loket karena keterbatasan personil BPJS, yang hanya menempatkan satu petugas.

“Di loket itu, petugas BPJS yang ditempatkan cuma satu orang. Kalau bagian kita, yang administrasi untuk cetak berkas itu enggak ada masalah. Cepat kerja mereka,” tandasnya. (Igun)