Pemprov Akan Pugar Rumah Raden Inten II

18 November 2016 - 14:23:14 | 1203 | BERITA DAERAH

DL/18112016/Kalianda

----- Untuk melestarikan warisan budaya dan perjuangan Pahlawan Lampung, emerintah Provinsi Lampung berkomitmen, Salah satunya dijadikannya peringatan wafatnya Raden Intan II sebagai agenda rutin dalam kelender pariwisata.   Selain itu juga dilakukan pemugaran rumah adat guna melestarikan budaya Lampung.

Ini disampaikan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, ketika menghadiri Peringatan ke-160 wafatnya Raden Intan II, Rabu 16 November 2016 di Lamban Balak Keratuan Darah Putih Kahuripan, Lampung Selatan.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Lampung Selatan  dan masyarakat Lampung secara umum untuk mempersiapkan sumber daya manusia dalam meneruskan perjuangan para pendiri Bangsa.

“Nilai yang diwariskan oleh Raden Intan menjadi penyemangat untuk berjuang tak kenal menyerah dalam memajukan Provinsi Lampung. Nama besar Raden Intan II, telah diabadikan menjadi nama Bandar Udara kita. Tahun 2017 Bandara Raden II akan menjadi Bandara Internasional. Sehingga nantinya nama Raden Intan akan mendunia. Mari keteladanan Raden Intan, kita jadikan contoh untuk mempererat persatuan dan kesatuan,” ajak Gubernur.

Gubernur menambahkan, Lampung Selatan adalah pintu gerbang pulau Sumatera. Saat ini telah berjalan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Dampak positifnya diharapkan akan mempercepat pembangunan di Lampung Selatan. Pemprov mempersiapkan Lampung Selatan sebagai kawasan Industri dan pusat pembangunan destinasi wisata.

Lampung Selatan juga telah dijadikan sentra pertanian, sebagai lumbung pangan penghasil padi, jagung, kedelai serta tempat-tempat pengembang budidaya peternakan.
Dalam acara tersebut Ketua Adat Keratuan Darah Putih, Erwin  Sahrial gelar Dalom Kusuma Ratu menyampaikan permohonan kepada Gubernur untuk membantu pemugaran rumah Raden Intan II, yang merupakan tempat tinggal selama Raden Intan II memimpin perlawanan masyarakat Lampung melawan kekejaman para penjajah di Lampung.
Sementara itu Raden Mas Saputera Jaya Sampurna selaku keturunan langsung Sultan Banten Maulana Hasanudin menyampaikan masyarakat Banten mendoakan Gubernur Lampung agar senantiasa diberi kemudahan serta kesehatan dalam memajukan Provinsi Lampung.

“Sesuai sejarah perjanjian para pendahulu bahwa Lampung dan Banten tidak dapat terpisahkan. Banten dan Lampung bersaudara,” ungkapnya.

Acara dihadiri pula Perwakilan Kesultanan Yogyakarta, Tokoh Masyarakat Bugis, Tokoh Masyarakat Solo Jawa Tengah.
Begitupun Wakil Bupati Lampung Selatan, memuji perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pertumbuhan dan percepatan pembangunan di Lampung Selatan.

Raden Intan II adalah salah satu pemimpin perjuangan di Lampung yang gugur pada 05 Oktober 1856 dalam usia muda 22 tahun. 

Pada tahun 1986 Pemerintah Republik Indonesia menganugerahi  Raden Intan II  gelar Pahlawan Nasional (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.082 Tanggal 23 Oktober 1986).

Gubernur juga meninjau kondisi bangunan Lamban Balak Keratuan yang keseluruhan bangunannya terbuat dari Kayu. Kemudian dilanjutkan  Ziarah ke makam Raden Intan II di Dusun Cempaka Desa Gedungharta Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Dan Berdoa dipusara makam Pahlawan Nasional Raden Intan II. (Ref)