Kemendikbud Terapkan Dua Rencana Baru TA 2017

15 November 2016 - 22:14:06 | 2079 | PENDIDIKAN

DL/9112016/JAKARTA

---- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang merumuskan dan merencanakan perubahan Sistem Belajar dan Sistem Lembar Kerja Siswa (LKS) bagi para Siswa SD dan SMP, dan akan diterapkan pada tahun ajaran 2017 mendatang.

Saat ini, Kemendikbud tengah mematangkan rumusan tersebut agar bisa bersinergi dengan aturan lainnya, seperti Peraturan Menteri dan Peraturan Pemerintah yang harus disinkronkan terlebih dahulu.

Dimana rencana tersebut terkait dengan waktu belajar Siswa dari hari Senin hingga Sabtu. Dan, Kemendikbud berencana akan meliburkan Siswa pada hari Sabtu-Minggu. Karena waktu di Sekolah lebih panjang sampai pukul 16.00 WIB.

Jadi, para Siswa bersekolah dari hari Senin hingga Jumat, penambahan hari libur dimaksudkan agar para Siswa dapat menikmati waktu lebih banyak bersama keluarga dan hari tamasya.

“Karena, waktu anak-anak di Sekolah akan terkena akibat penerapan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPPK) atau Full Day School,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, usai Rapat Koordinasi di Kementerian PMK, Jakarta, belum lama ini.

Kemudian, masalah LKS, yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Siswa, juga menjadi perhatian, dan, rencananya Kemendikbud akan menghapus penerapan LKS tersebut.

Muhadjir menambahkan, masalah PR ini membuat waktu anak di rumah juga tersita untuk mengerjakan tugas Sekolah, maka, dengan dihapusnya LKS, waktu anak-anak bersama keluarga sepulang Sekolah diharapkan lebih berkualitas.

“LKS dihapuskan karena tak efektif dalam meningkatkan kemampuan Siswa. Kemampuan Siswa tak bisa diukur dengan pengerjaan LKS, iya dihapus karena tak memberi nilai tambah bagi Siswa. Kemampuan Siswa berkembang sendiri-sendiri, tidak bisa disamaratakan dengan LKS,” tukas Muhadjir. (Ryan)