HMI Minta Kapolri Non Aktifkan Kapolda Metro Jaya

10 November 2016 - 17:21:53 | 2133 | BERITA DAERAH

DL/10112016/Kotabumi

---- Ketua Badko HMI Sumbagsel, Wiedy Widayat menghimbau kepada seluruh cabang dibawah koordinasinya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait kasus penistaan Agama dan sikap Kapolda Metro Jaya yang diduga telah melakukan kriminalisasi terhadap Ami Jaya Sekjen PB HMI. Hal itu disampaikan Wiedy Widayat di kantor cabang HMI Lampung Utara Kamis 10 November 2016.

Melihat perkembangan kondisi terkini terkait persoalan kebangsaan dan ke umatan semakin mengkhawatirkan. Untuk itu seluruh pengurus cabang di bawah koordinasi Badko HMI Sumbagsel ambil bagian dalam menjernihkan keadaan bangsa dan menjaga marwah negara Republik Indonesia.

Menurut Wiedy, HMI sebagai organisasi yang berbasis Islam tentunya terpanggil melihat kondisi keumatan yang menjadi topik hangat dan sorotan dunia saat ini, sebagai konsekuensi atas idiologi Islam yang menjadi landasan nafas dan gerakan HMI tentunya merasa dilecehkan oleh ucapan Ahok yang diduga telah melakukan penistaan terhadap ayat suci agama Islam.

Semangat HMI untuk membela umat, membela Islam dan tetap menjaga kondisi dan stabilitas NKRI melalui penegakan hukum yang memegang prinsip-prinsip equality before the law atau persamaan di depan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (1) Segala Warga Negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 

“Sebagai upaya mendukung Polri untuk bertindak profesional dengan ini kami mendorong proses penegakan hukum terhadap Ahok atas penistaan Agama, kami mendesak Kapolri untuk menonaktifkan Kapolda Metro Jaya, karena sangat disayangkan, berdasarkan video yang tersebar di media sosial bahwa Kapolda Metro Jaya terkesan memprovokasi masa FPI agar memukuli kader HMI,” ujar Wiedy.

Selain itu Ketua Badko HMI Sumbagsel mengimbau kepada seluruh cabang untuk melakukan konsolidasi secara masif pada seluruh cabang se-Sumbagsel dibawah koordinasinya.

Mantan ketua Cabang HMI Lampung Utara itu juga menjelaskan bahwa HMI menyatakan sikap, meminta kepada aparat  Kepolisian memegang azas peradilan cepat dengan segera menangkap terlapor Basuki Tjahya Purnama (Ahok).

Meminta Kapolri agar menonaktifkan Kapolda Metro Jaya terkait kriminalisasi terhadap Sekjen PB HMI dan menjadi provokator terhadap masa FPI untuk memukuli massa aksi HMI (berdasarkan video yang tersebar di sosial media).

“Saya harap semua rekan-rekan kader HMI jangan sampai terprovokasi, negara kita ini negara hukum. Mudah-mudahan para penegak hukum dapat menyelesaikan persoalan yang menjadi perhatian dunia ini dengan adil dan jangan sampai ada permainan politik didalamnya,” harap Wiedy. (zan)