Segera Dibangun Skybridge di Bandara Raden Inten

04 November 2016 - 02:02:43 | 2943 | BERITA DAERAH

DL/04112016/Bandar Lampung

----  Direktorat jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI segera merealisasikan pembangunan jalan laying (skybridge) untuk menghubungkan stasiun kereta api Branti dengan bandar udara Raden Inten II Branti Lampung Selatan, yang dijadwalkan realisasi 2017.

Saat ini tengah membahas Detail Engginering Desain (DED)skybridge yang rencananya akan dibangun di Natar, Lampung Selatan itu. Ini diungkapkan Rony Lesmana, Rabu 3 November 2016.

Rony Lesmana, dari Balai Teknik Perkeretapaian Wilayah Sumatera Bagian Selatan Pengembangan Perkeretapian Lampung, mengatakan bahwa pihaknya sudah memulai survei pendahuluan dan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lampung.

Termasuk PT. KAI Divisi IV Regional Tanjungkarang beserta PT. Angkasa Pura selaku unit penyelenggara Badan Udara Raden Inten II dan BMKG Lampung.

Saat ini tengah melaksanakan survei pengukuran dan analisis topografi lahan untuk finalisasi desain skybridge. Termasuk melakukan uji mekanika tanah, hidrologi, lalin dan survei sosial-ekonomi. Setelah seluruhnya rampung, akan melakukan pengajuan anggaran kepada Kementerian Perhubungan RI.

“Harapannya 2016 ini sudah bisa rampung semua survei pendahuluannya, sehingga proyek fisik bisa dimulai. Anggarannya belum bisa kami pastikan, lantaran harus menunggu sampai survei selesai. Sejauh ini baru bisa kami proyeksikan panjang jembatan sekitar 120 meter,” katanya.

Pembangunan infrastruktur skybridge diproyeksikan bisa menjadi magnet awal penarik investor untuk menanamkan modalnya di kawasan Lampung Selatan.

Pembangunan skybridge otomatis menjadi nilai tambah bagi wilayah sekitarnya. Dengan dukungan pembangunan di Lampung Selatan membuka peluang konsentrasi investor yang biasa terpusat di wilayah Bandarlampung.

Pembangunan fasilitas transportasi langsung turut berkontribusi menggairahkan perekonomian. “Tujuan awalnya biar minat masyarakat menggunakan kendaraan umum tidak mati. Efeknya pertokoan di sekitar bisa tetap hidup, harga tanah di sekitarnya terdongkrak. Kami yakin nilai investasi di sekitar bandara juga akan ikut naik,” paparnya.

Rony juga menyebut dampak pembangunan skybridge salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat naik kendaraan umum. Menurutnya, dibutuhkan terobosan pelayanan agar grafik minat masyarakat pada kendaraan umum tidak melorot.

Di setiap daerah tren menggunakan kendaraan umum terus merosot. Apalagi kepemilikan kendaraan pribadi makin gampang. Butuh strategi terus menerus agar masyarakat tidak meninggalkan kendaraan umum.

Pembangunan terminal dengan pelayanan seperti bandara bisa dipergunakan untuk menyerap kuota haji di Provinsi Lampung yang berkisar 5.000 orang.

“Apalagi tahun depan, Raden Inten II diproyeksi jadi Embarkasih sementara. Data kami menunjukan paling tidak sampai sekarang jumlah penumpang di sana stabil di angka 3500 orang perhari,” katanya.

Meskipun pembangunan berdampak meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan transportasi publik, Rony menyebut untuk bisa mengubah perilaku masyarakat total dibutuhkan dukungan penuh operator.

“Sekarang kondisi terminalnya sudah diperbaiki. Ke depan Butuh sinergi dan regulasi untuk agar masyarakat benar-benar bisa berpaling dari kendaraan pribadi, sehingga bisa mengurai kemacetan di jalan Lintas Sumatera.” kata Rony. (zai)