Nanang Sidak RSU Bob Bazar Kalianda

03 November 2016 - 09:46:08 | 567 | BERITA DAERAH

DL/03112016/KALIANDA

---- Gerak cepat menanggapi laporan warga terkait pelayanan kesehatan, Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) RSUD dr. Bob Bazzar SKM, Selasa 1 November 2016, pukul 13.20 WIB.

Sidak tersebut membuat kaget sejumlah pegawai RSUD dr. Bob Bazar. Hal itu lantaran, Nanang menerima laoran sejumlah pasien di rumah sakit plat merah itu mengeluhkan mengenai instalasi air (Kran, red) di ruang perawatan VIP tidak berfungsi.

“ Bukan tanpa alasan, Sidak ini karena ada laporan dan pemberitaan media bahwa saluran air tidak berfungsi di ruang rawat VIP. Makanya, saya langsung melihat ruangan mana yang tidak bisa dibuka. Air ini penting peranannya, apalagi di Rumah Sakit,” ujar Nanang kepada media.

Dari Pantauan detiklampung.com, satu demi satu kran air di toilet ruang VIP itu di cek langsung Nanang Ermanto. Namun saat di cek, disidak kondisinya sudah berjalan normal.

Alhamdulillah, airnya sudah menyala. Saya harap, keluhan-keluhan mengenai pelayanan kesehatan di rumah sakit ini tidak ada lagi. Terima kasih kepada media yang secara kritis melakukan pemberitaan dsebagai sosial kontrol,” katanya.

Selain melihat mengenai kondisi saluran air, Nanang Ermanto juga menyoroti mengenai dua ruangan perawatan VIP tidak berfungsi dengan alasan mengalami kerusakan pada bagian toilet mampet.

“Ini sudah berapa lama tidak digunakan. Kenapa tidak segera ditangani. Apa yang seperti ini saja harus menunggu anggaran. Toh bisa ditalangi dulu agar bisa dimanfaatkan. Kita harus ubah pola pikir dalam bekerja. Bagaimana caranya kita menciptakan lingkungan kerja yang kekeluargaan. Kalau ada masalah segera ditangani,” ujar Nanang.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr. Bob Bazar, SKM dr. Jimmy B. Hutapea mengakui, debit air di rumah sakit tersebut minim.

“Akan tetapi, di tahun 2017 mendatang kita sudah MoU dengan PDAM untuk menambah jalur khusus dan penambahan sumur bor. Karena memang debit airnya minim,” kata Jimmy.

Dijelaskannya, mekanisme pembagian air memang diterapkan di rumah sakit tersebut. Jika semua saluran air dibuka akan mengalami defisit air.

“Sekarang ini memang beberapa sumur yang sebelumnya tidak difungsikan kita sudah fungsikan kembali. Namun, tetap saja tidak mencukupi. Karena, memang sangat minim debit air di rumah sakit ini,” tegasnya. (Her)