Ini Pungli Atau Legal, HKM Jadi Lahan Bisnis

01 November 2016 - 02:59:37 | 702 | BERITA DAERAH

DL/01112016/Liwa

---- Oknum pegawai Dinas Kehutanan Lampung barat (anggota Polhut) Anton Hendarto, yang juga menjabat sebagai kepala Resort Pesagi Seminung diduga menyalahgunakan jabatannya dengan memanfaatkan Hutan Kemasyarakatan (HKM) dengan berbisnis bibit tanaman cengkeh, lada dan lainnya yang dijual kepada setiap kelompok HKM.

Setiap Sub kelompok ditargetkan membeli bibit darinya sebanyak 2.000 batang dengan harga mulai dari Rp12 ribu hingga Rp15 ribu/batang, dibayar setelah panen kopi.

Dari informasi yang didapat, Anton telah menjual bibit kepada beberapa kelompok di wilayahnya antara lain kelompok HKM Maju Jaya Pekon Hujung, HKM Jaya Makmur pekon Suka Makmur kecamatan Belalau, HKM Mahbu Pekon Luas kecamatan Batu Ketulis.

Dalam satu kelompok hamparan terdapat dua Sub bahkan ada yang empat Sub, pada beberapa kelompok tersebut Anton telah berhasil menjual sebanyak 25 ribu batang bibit cengkeh dengan harga Rp15 ribu perbatang. Sedangkan harga bibit cengkeh sebenarnya hanya Rp4 ribu per batang. Artinya dari per batang bibit yang dijual Anton mendapatkan keuntungan sebesar Rp11 ribu, dan dari 25 ribu batang bibit yang telah dijual Anton diperkirakan mendapat keuntungan Rp275 juta. Dan keuntungan tersebut baru dari beberapa kelompok di wilayahnya.

Dari keterangan sumber yang dapat dipercaya kebenarannya, setiap kelompok diharuskan membeli bibit dari Anton bahkan terkesan dipaksa. Parahnya lagi ada bibit yang telah sampai pada lokasi lahan kelompok tanpa memberitahu terlebih dahulu kepada pihak kelompok dan kelompok diharuskan membayar bibit tersebut dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga bibit pada umumnya.

Informasi yang didapat, Anton selaku Kepala Resort tidak bekerja sendiri. Ada oknum Dinas Kehutanan yang diduga memberikan keleluasaan kepada Anton untuk menjalankan bisnis tersebut.

Saat dikonfirmasi Anton terkesan takut dan tidak transparan dalam menjawab, dia mengatakan jika dirinya hanya memfasilitasi kelompok untuk mendapatkan bibit.

Namun Anton juga meminta agar informasi yang didapat detiklampung.com untuk tidak diberitakan dan diceritakan dengan orang lain. “Saya berharap agar informasi ini tidak melebar, saya ngerti kok karena saya orang lapangan.” Cetus Anton.

Salah satu Ketua Hamparan yang dirahasiakan namanya membenarkan informasi yang ada, menurutnya telah dua tahun ini kelompok HKM Pesagi Seminung membeli bibit cengkeh dari Anton dengan harga Rp12 ribu hingga Rp15 ribu.

“Itu katanya bibit dari pemerintah, kalo yang lokal kita beli dengan harga Rp12 ribu, tetapi kalau bibit dari Jawa harganya Rp15 ribu. Kelompok kami tahun 2015 telah membeli bibit Cengkeh sebanyak 18 ribu batang dan tahun 2016 ini baru 7 ribu batang,” terangnya.

Praktik bisnis jual beli bibit cengkeh ini disinyalir telah berlangsung beberapa tahun belakangan dan telah menghasilkan keuntungan yang luar biasa bagi yang menjalankannya.

Presiden Jokowi belakangan ini memerintahkan kepada petugas hukum untuk menindak tegas setiap pelaku pungli dimanapun dan dalam bentuk apapun. Apalagi jika itu dilakukan dengan menyalahgunakan jabatan. (Anton)