Lampung Jazz Festival 9 November

07 November 2013 - 10:35:34 | 2781 | SENI & BUDAYA

DL/06112013/Bandarlampung

Puncak dari keinginan para jazzer Lampung yang telah melakukan beberapa kali sosialisasi melalui penampilan jazz on the street, jazz to school dan lain-lain, akhirnya perjalanan rencana besar Lampung Jazz Festival (LJF) akan segera sampai waktunya.

Sabtu, (09/11), adalah hari H pelaksanaan  LJF yang pertama dan akan digelar di lapangan Korpri Pengrov Lampung, mulai pukl 09.00 hingga sore hari.

Dalam jumpa pers di ruang ekspos dinas kominfo provinsi, Rabu (06/11), penanggungjawab even ini, Masri Yahya yang kini menjadi staf ahli gubernur Lampung menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu agenda kesenian dan akan bekerjasama dengan dewan kesenian Lampung (DKL) .

Direncanakan 8 grup jazz nasional bersama artis sekaligus penyanyi jazz terkenal Inna Camarie dan 15 grup lokal akan meramaikan pagelaran tersebut. Lampung Jazz Festival  2013 ini merupakan even musik jazz pertama tingkat nasional yang digelar di Lampung.

Pagelaran ini untuk mensosialisasikan musik jazz yang masih kurang diminati masyarakat. Selain itu untuk memberikan wadah atau panggung kepada para musisi jazz di Lampung untuk mengekpresikan kreativitas musik jenis ini.
“Harapannya musik jazz  nanti menjadi ikon Lampung dan menjadikan Lampung kiblat musik jazz di nasional bahkan hingga ke tingkat internasional, namun target terdekat adalah menjadikan Lampung sebagai kiblat jazz di Sumatera.” kata Masri.
“Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dalam sebuah roadshow. Road show tersebut dikemas dalam tiga rangkaian yakni Jazz on The Street, Shoping Jazz yang sudah digelar tiga kali di Mall Kartini, kemudian Jazz to School di SMA 2 dan terakhir Jazz to Campus di kampus Darmajaya,Bandar Lampung,” tambah Masri.

Selain melakukan road show pihaknya juga sudah menjadwalkan menggelar workshop di lapangan Korpri pada Jumat (08/11) yang diikuti oleh ratusan pelajar dan mahasiswa dari perwakilan sekolah-sekolah di Lampung.
Workshop itu nanti untuk  memperkenalkan kolaborasi antara musik jazz dengan musik tradisional Lampung yakni cetik (gamolan pring) dan gambus lunik, serta memberikan pemahaman mengenai musik jazz di kalangan pelajar.
Sementara inisiator Lampung Jazz Community, Hary Jayaningrat mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menggagas acara tersebut sejak 2009 lalu, namun baru kali ini terlaksana, karena dukungan pemprov Lampung dapat terselenggara.
“Lampung mempunyai musik tradional, yakni cetik dan gambus lunik, mengapa tidak kedua musik ini diangkat hingga ke tingkat nasional maupun internasioal yang bisa kita kolaborasikan dengan musik jazz,” kata DKL ini. (rb-02)