Cak Sul : Kerupuk Dan Kupluk Santri

25 September 2016 - 21:14:07 | 789 | BERITA DAERAH

DL/24092016/Kota Metro

---- Kerupuk dan Kupluk Santri merupakan dua kata yang sejatinya tidak ada kaitannya. Kerupuk adalah jenis makanan ringan yang terbuat dari bahan tepung dan menjadi cemilan masyarakat dari semua golongan.

Sedangkan Kupluk adalah peci atau kopiyah yang dikenakan di kepala para Santri sebagai identitas diri yang wajib dipakai. Kedua kata tersebut hanyalah kiasan yg identik dengan aktivitas para Santri di sebuah pondok yang rutin dengan aktivitas ibadah.

Pada episode ke 13  Rumah Hati Lampung kembali menggelar Maiyah Dusun pada Sabtu malam 24 September 2016. Seperti biasa Samsul Arifin yang akrab disapa Cak sul, sengaja mengetengahkan judul paparannya yang diberi nama Kerupuk dan Kupluk Santri.

Hal ini cak Sul unggah sebagai bahan wejangan karena terinspirasi oleh sekelompok Santri di Pondok Pesantren  (Ponpes) Darul Ikhsan dibawah asuhan Cak Wan, yang beralamat di Desa Sumberagung Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur.

Di Ponpes Darul Ikhsan, para Santri selain digembleng ilmu Agama Islam, mereka juga dibekali dengan ketrampilan yaitu membuat makanan ringan yaitu kerupuk.

Hal ini dimaksudkan agar para Santri nantinya setelah lulus dari pondok selain mendapat bekal ilmu agama juga mendapat ilmu ekonomi sebagai penopang sosial ekonomi dalam mengamalkan Ilmu Agama ditengah-tengah masyarakat.

Dikatakan Cak Sul, manusia diberi akal oleh Allah, agar manusia dapat berfikir untuk selalu mengingat kebesaran Allah yang maha kaya.

Sebagai khalifah dimuka bumi manusia wajib berusaha dan menata diri untuk selalu bersyukur dan bersyukur kepada yang Maha Kuasa. Karena dihadapan Allah manusia itu sama derajadnya hanya amal ibadahnya yang berbeda.

Saat ini generasi muda harus memulai membangkitkan kembali budaya asli Indonesia yang kaya. Satu contoh yang musti diteladani adalah Ponpes Darul Ikhsan pimpinan Cak Wan. “Di sini kita dapat memetik hikmah dari semua aktivitas yang dilakukan oleh para santri,” Ujar Cak Sul.

Di Ponpes ini para Santri selain didik ilmu agama Islam juga diajari usaha pembuatan krupuk, hal ini dimaksudkan agar para santri nantinya dapat mandiri, mapan dalam ekonomi maupun ilmu agamanya. Fidunnya khasanah wabil akhiroti khasanah.

Sementara, Cak Wan selaku pimpinan Ponpes mengaku, pihaknya sangat melarang kepada santrinya untuk meminta-minta kepada orang lain.

Terlebih, Agama dijadikan tameng untuk mencari sumbangan guna kepentingan pribadi hal ini sangat tabu bagi dirinya, kata kuncinya adalah Mandiri dan tawakal.

Menurutnya, manusia diciptakan dalam kondisi yang sama sehingga manuisa itu wajib berusaha dalam segala hal. Seperti tercantum dalam kitab suci Alqur-an, bahwa Allah telah mencukupkan apa yang menjadi kebutuhan umatnya di muka bumi.

“Begitu manusia terlahir tidak satu pun yang dibekali harta, Allah telah membekali kita dengan akal sehat supaya kita dapat berfikir untuk selalu berusaha dan beribadah kepadaNya. Jika seseorang kurang beruntung dalam kehidupannya itu bukan takdir, namun manusia itu sendiri yang kurang berusaha untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan,” jelas Cak Wan.  (Igun)