X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Arini: Masalah TKI Harus Diselesaikan

  • dibaca 1178 kali

    DL/22092016/Bandarlampung

    ---- Banyaknya kasus yang dialami TKI di luar negeri disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya skill, berangkat ke luar negeri secara non prosedural dan lain sebagainya.

    Tidak dapat dipungkiri bahwa diantara mereka banyak yang berhasil, namun tidak sedikit pula yang pulang tanpa mendapatkan hasil, bahkan ada yang pulang dengan masalah seperti gaji tidak dibayar, kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja sepihak, penganiayaan yang mengakibatkan cacat fisik serta gangguan mental.

    Direktorat Pemberdayaan BNP2TKI melalui Balai Pelayanan Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Lampung mengadakan giat Rehabilitasi TKI purna bermasalah.

    Giat yang diadakan di aula balai desa Hargomulyo, Kabupaten Lampung Timur  tersebut dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan BNP2TKI, Arini Rahyuwati beserta jajaran, Kepala BP3TKI Provinsi Lampung Sri Haryanti serta Kepala Dinas Sosnakertrans Lampung Timur, Budi Yul Hartono.
    Rehabilitasi dilaksanakan selama dua hari (22-23 September 2016) dengan menggandeng beberapa stakeholder terkait seperti Dinas Koperasi & UMKM, Dinas Kesehatan, BPJS serta perwakilan dari PMI pusat dan cabang.

    Dalam kesempatan itu, Arini Rahyuwati mengungkapkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan para TKI yang baru pulang dari luar negeri dan mengalami permasalahan serius seperti korban pelecehan seksual, korban kekerasan fisik, mengidap penyakit tertentu hingga masalah gaji yang tidak dibayarkan.

    Permasalahan tersebut diklasifikasikan sesuai dengan kelasnya yakni ringan, sedang, dan berat, dengan menggunakan metode rehabilitasi support group untuk kemudian ke-30  peserta yang merupakan TKI-B dari berbagai macam kecamatan di Lampung Timur tersebut diberikan  pelayanan konseling.

    Lebih lanjut Arini mengatakan kegiatan ini juga berguna utnuk mendukung agar para TKI-B mampu kembali berhubungan sosial dengan masyarakat sekitar. “Harapannya mereka mampu kembali ke masyarakat, terlepas dari rasa trauma dan mengembalikan kepercayaan diri agar dapat berinteraksi dengan masyarakat seperti sebelum menjadi TKI.” Katanya.

    BNP2TKI juga akan memberikan bantuan kepada 5 TKI Purna yang bermasalah dan benar-benar memerlukan perawatan khusus. Bantuan berupa uang Rp3,5 juta dan diserahkan langsung oleh Direktur Pemberdayaan BNP2TKI. (ASBG)

  • Berita Terkait

  • Habibie: Pak Ridho, Saya Mau Datang ke Lampung

    Kepala Kampung Gelapkan Raskin

    Sepri: Ini Sudah Keputusan Allah

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar