Buwas: Loka Rehabilitasi Ini Untuk Sumatera Bagian Selatan

22 September 2016 - 17:35:08 | 378 | BERITA DAERAH

DL/22092016/Kalianda

----- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjend (Pol). Drs. Budi Waseso  (Buwas) mengatakan, menyikapi tingginya angka penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, maka BNN kembali menambah fasilitas rehabilitasi di Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Loka Rehabilitasi Kalianda Balai Rehabilitasi milik pemerintah yang dikelola oleh BNN selain Balai Besar Rehabilitasi di Lido, Bogor, Balai Rehabilitasi di Batam, Kepulauan Riau, Tanah Merah di Samarinda dan Badoka di Makasar.

Demikian diungkapkan Kepala BNN Republik Indonesia Komjend (Pol). Drs. Budi Waseso saat meresmikan Loka Rehabilitasi BNN Kalianda Lampung Selatan, Kamis 22 September 2016. 

Bangunan Ioka rehabilitasi Kalianda dibangun dari tanah hibah pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan yang berlokasi di Kelurahan Way Lubuk, Lampung.

Bangunan seluas 30.000 m2, tersebut telah dibangun beberapa sarana, seperti instalasi gawat darurat, gedung re-entry male, gedung primary male, gedung primary female, ruang tindakan, kamar residen, dapur, laundry, dan rumah ibadah seperti masjid, gereja, kapel, serta vihara.

Bangunan tersebut juga diisi dengan berbagai fasilitas diantaranya mesin x-ray, alat-alat Iaboratorium, alat radiologi, alat poli gigi dan berbagai alat-alat kesehatan lainnya.

Kapasitas Ioka rehabilitasi ini sebanyak 97 orang residen. Terdiri dari 72 orang residen laki-Iaki den 25 orang residen perempuan yang akan menampung para pecandu dan penyalahguna yang berasal dari daerah Sumatera Bagian Selatan.

Sejak beroperasi pada bulan Mei, Balai Besar Rehabilitasi Kalianda telah menerima 45 orang residen yang merupakan pecandu dan penyalahguna Narkotika dari wilayah Lampung dan sekitarnya. 

“Balai Besar Rehabilitasi Kalianda diharapkan dapat menjadi bagian dalam upaya menyembuhkan dan menyehatkan kembali para pecandu dan penyalahguna di wilayah Sumatera khususnya Lampung. Dengan demikian diharapkan akan dapat menekan laju demand yang akan merugikan para bandar dan secara perlahan-Iahan mengurangi peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika,” kata Budi Waseso.

Sementara itu mewakili  Gubernur Lampung, Pj. Sekda Provinsi Lampung, Sutono menyampaikan, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut andil dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tercatat memberikan hibah kepada BNN RI berupa tanah di Kelurahan Way Lubuk Kalianda seIuas 30 ribu m2 beserta bangunan eks Rumah Sakit seluas 960 m2 dan bangunan Ponex seluas 252 m2 untuk dipergunakan sebagai Loka Rehabilitasi pencandu Narkoba. “Melalui kesempatan yang baik ini, mari kita berkomitmen untuk mendukung program rehabilitasi bagi pecandu khususnya di wilayah Lampung dan program pencegahan. Sehingga masyarakat Lampung dapat membentengi dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” kata Sutono.

Pemberantasan peredaran narkoba tidak hanya merupakan kewajiban komponen dari TNI, Polri maupun komponen tertentu saja, melainkan juga menjadi tugas dan tanggungjawab semua pihak,  baik dari masyarakat maupun dari pejabat Negara.

Acara dihadiri Anggota Forkopimda Provinsi, Kepala BNN Provinsi, Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati Pesisir Barat dan Wakil Bupati Lampung Timur. (fer/hrs)